Dark/Light Mode

Kepala BGN Main Golf, Qodari: Bagian Penggalangan Dana Buat Bencana Sumatera

Senin, 22 Desember 2025 13:02 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari. (Foto : KSP)
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari. (Foto : KSP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari meluruskan polemik video Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana yang beredar luas di media sosial.

Video yang diunggah akun Tiktok tu dinilai dipotong tanpa konteks sehingga memunculkan persepsi keliru di publik.

Qodari menegaskan, aktivitas yang terekam dalam video tersebut merupakan bagian dari kegiatan penggalangan dana kemanusiaan bagi korban bencana di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Sumatra. Karena itu, menurutnya, publik perlu melihat peristiwa tersebut secara utuh.

Baca juga : Wagub Sumbar Vasko: Prabowo All Out Tangani Bencana Sumatera

“Tidak boleh dilepaskan dari konteks besarnya bahwa kegiatan itu adalah charity. Selain itu, Pak Dadan hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pembina Persatuan Golf Alumni Institut Pertanian Bogor (PGA-IPB),” ujar Qodari, Senin (22/12).

Ia menekankan, kehadiran Kepala BGN sama sekali bukan untuk kepentingan pribadi. Dadan, kata Qodari, menjalankan peran sosial dan organisasional dalam kegiatan yang bertujuan menghimpun kepedulian serta dukungan bagi korban bencana.

Menurut Qodari, pola penggalangan dana melalui berbagai kegiatan komunitas merupakan hal yang lazim. Setiap kelompok masyarakat memiliki cara masing-masing sesuai karakter dan jejaring yang dimiliki.

Baca juga : Muhammadiyah Siap Salurkan Ke Korban Bencana Sumatera

Sebagai pembanding, Qodari menyinggung konser amal “100 Musisi” yang digelar Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI). Kegiatan tersebut juga bertujuan menggalang dana kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

“Esensinya sama. Ada yang menggalang bantuan melalui konser musik, ada juga yang melalui kegiatan olahraga. Tujuan akhirnya adalah solidaritas dan kemanusiaan,” jelasnya.

Qodari menambahkan, para musisi berkontribusi melalui seni dan panggung musik, sementara komunitas lain bergerak melalui aktivitas yang menjadi kebiasaan mereka.

Baca juga : 106 Ribu Pakaian Baru Akan Disalurkan ke Warga Terdampak Bencana di Sumatera

“Kalau ILUNI UI dengan para musisi yang kebisaannya bernyanyi, maka di IPB konteksnya adalah olahraga, dalam hal ini golf,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar publik tidak memisahkan bentuk kegiatan dari tujuan kemanusiaannya. Tanpa konteks yang utuh, kegiatan positif justru bisa dibingkai secara keliru.

“Jadi konteksnya tidak boleh dihilangkan. Kalau dipotong dari tujuan kemanusiaannya, kegiatan yang baik bisa tampak seolah-olah buruk,” pungkas Qodari.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.