Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Prabowo-Trump Bertemu Januari 2026
Tarif Dagang Dengan AS Deal, Kita Diuntungkan
Rabu, 24 Desember 2025 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Negoisasi tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) akhirnya rampung. Kesepakatan tarif ini dinilai akan menguntungkan kedua negara.
Hal tersebut dikatakan Ekonom Senior Universitas Paramadina Wijayanto Samirin kepada Rakyat Merdeka, Selasa (23/12/2025).
Menurut dia, kesepakatan ini sangat positif bagi Indonesia. Pasal nya, produk-produk unggulan Indonesia seperti CPO, kopi, dan teh men dapatkan pembebasan tarif masuk ke Negeri Paman Sam.
“AS adalah pasar penting bagi kita. Kendati hanya mewakili 9 persen dari total ekspor, AS menyumbang hampir 50 persen dari total surplus perdagangan,” ujarnya.
Wijayanto juga berpesan agar pemerintah tetap fokus mewujudkan komitmen perbaikan iklim investasi di dalam negeri, menata Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta mengatasi hambatan nontarif. Hal ini bukan hanya untuk investor AS, tetapi juga bagi pengusaha nasional.
Selain itu, pemerintah harus memaksimalkan situasi yang menguntungkan ini. Caranya, dengan memastikan produk Indonesia dapat lebih terserap di pasar AS.
“Kita maksimalkan kesempatan ini untuk meningkatkan ekspor,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Sarman Simanjorang. Kata dia, kesepakatan ini memberikan angin segar bagi perekonomian Indonesia.
“Kesepakatan ini juga memberikan kepastian bagi pengusaha yang akan mengekspor ke Amerika. Pengusaha bisa menyiapkan strateginya,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, Selasa (23/12/2025).
Selain itu, lanjutnya, produk unggulan Indonesia yang tidak dikenakan tarif juga memberikan keuntungan. Menurut dia, Indonesia berpeluang meningkatkan ekspor ke AS.
“Ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor. Dampaknya akan membuat ekonomi kita tumbuh dan tetap terjaga,” ujarnya.
Namun demikian, dia berharap ke depan tarif tersebut masih dapat diturunkan lagi.
Baca juga : Ajak Parpol Koalisi Sinergi, AHY: Presiden Prabowo Sudah Benar Urus Bencana
Untuk diketahui, negosiasi tarif dagang antara Indonesia dan AS telah mencapai kata sepakat. Kesepakatan tersebut akan diteken Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump pada Januari 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersalaman dengan United States Trade Representative (USTR) Ambassador Jamieson Greer di Washington D.C, AS, Senin (22/12/2025). (Foto: Dok. Kemenko Perekomomian)
Kabar baik itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai bertemu Perwakilan Dagang AS (United States Trade Representative/USTR) Ambassador Jamieson Greer di Washington DC, Senin (22/12/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Airlangga mendorong penyelesaian seluruh isu utama maupun teknis dalam Agreement on Reciprocal Tariff (ART). Hasilnya, kedua belah pihak menyepakati seluruh poin yang menjadi substansi dalam dokumen ART.
Ia menegaskan tidak ada kebijakan Indonesia yang dibatasi oleh perjanjian tersebut, sehingga stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga. “Perjanjian ini bersifat komersial dan strategis serta menguntungkan kepentingan ekonomi kedua negara secara berimbang,” ujar Airlangga saat jumpa pers daring, Selasa (23/12/2025).
Tim teknis Indonesia dijadwalkan berangkat ke AS pada pekan kedua Januari 2026 untuk melanjutkan proses legal drafting. Dengan demikian, sebelum akhir Januari 2026 perjanjian tersebut diharapkan dapat dirampungkan.
“Akan disiapkan dokumen untuk ditandatangani secara resmi oleh Bapak Presiden Prabowo dan Presiden Amerika Serikat Bapak Donald Trump,” ujar mantan Ketua Umum Partai Golkar itu.
Baca juga : Gerindra Jabar Larang Kadernya Berhura-hura
Ambassador Greer menyambut baik hasil pertemuan yang dilakukan di awal libur Natal di AS dan mengapresiasi semangat kedua pihak dalam mendorong percepatan penyelesaian kesepakatan tarif.
“Hasil pertemuan ini menjadi hadiah Natal terindah yang akan membawa manfaat bagi kedua negara,” ujar Greer.
Sementara itu, Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk AS Dwisuryo Indroyono Soesilo mengatakan Kedutaan Besar RI (KBRI) di Washington DC tengah melakukan persiapan intensif menjelang kunjungan Presiden Prabowo yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Januari 2026.
“Kami dari kedutaan sudah melakukan counting down, menghitung hari untuk persiapan kunjungan Bapak Presiden, sambil menunggu instruksi dari Jakarta,” tuturnya. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya