Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Keluarkan Instruksi Perayaan Tahun Baru
Gerindra Jabar Larang Kadernya Berhura-hura
Rabu, 24 Desember 2025 06:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Jawa Barat (Jabar) melarang seluruh kader dan pengurus partai, merayakan Tahun Baru 2026 dengan hura-hura. Larangan itu tertuang dalam surat bernomor No.12-033/A/DPD-Gerindra-Jabar/2025, yang ditandatangani Ketua DPD Gerindra Jabar, Amir Mahpud.
Dalam surat itu, Amir mengintruksikan, pergantian malam Tahun Baru 2026 dilakukan dengan doa bersama, bukan perayaan yang bernuansa pesta. Instruksi tersebut menjadi sikap politik dan moral Gerindra Jabar, dalam memaknai pergantian tahun di tengah duka kebangsaan akibat bencana alam.
Menurutnya, surat itu ditujukan kepada jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC), atau pengurus partai tingkat kabupaten dan kota, anggota fraksi Gerindra di semua tingkatan, serta seluruh struktur partai se-Provinsi Jabar.
“Saya berharap, instruksi dijalankan oleh seluruh DPC dan anggota Fraksi Gerindra se-Jawa Barat, sebagai wujud kepekaan kita terhadap kondisi bangsa Indonesia saat ini,” ujar Amir dalam keterangan tertulisnya, dikutip Selasa (23/12/2025).
Selain meminta perayaan ma lam Tahun Baru 2026 dilakukan dengan menggelar doa bersama, lanjut dia, pihaknya juga menginstruksikan seluruh kader partai melaksanakan aksi penanaman 1.000 pohon di setiap kabupaten dan kota, pada 1 Januari 2026.
Baca juga : Pasca Ade Kuswara Ditangkap, KPK Menduga Ada Perintah Penghapusan Pesan Singkat
“Kebijakan ini bukan sekadar imbauan. Ini sikap resmi partai yang wajib dijalankan, untuk merespon realitas sosial yang sedang dihadapi bangsa,” cetusnya.
Amir menambahkan, perayaan tahun baru dengan pesta dan euforia berlebihan, tak la yak dilakukan ketika ribuan warga di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berjuang menghadapi dampak banjir yang menelan korban jiwa.
“Saudara-saudara kita di sejumlah wilayah, sedang berkabung. Jangan sampai, kita bersenang-senang saat mereka menderita,” tegasnya.
Sebab itu, sambung dia, momentum pergantian tahun harus diubah menjadi ruang perenungan kolektif. Menurutnya, perayaan tanpa empati bukan hanya tidak pantas, tapi juga berpotensi melukai perasaan saudara sebangsa yang terdampak bencana.
Lebih lanjut, Amir mengaitkan instruksi tersebut dengan nilai-nilai spiritual dan tanggung ja wab ekologis. Dia menekankan pentingnya membangun ke sadaran teologis yang sejalan dengan kesadaran ekologis, di tengah meningkatnya frekuensi bencana alam.
Baca juga : Kepala BP BUMN Tinjau Lahan Untuk Huntara
“Apa artinya beragama dan ber-Tuhan, kalau kita tidak memiliki spirit untuk menjaga alam dan lingkungan. Dalam Al-Qur’an tegas disebutkan, kerusakan di muka bumi terjadi akibat ulah manusia yang tidak memiliki kesadaran lingkungan, ” terangnya.
Doa bersama, kata Amir, merupakan ikhtiar batin untuk men dekatkan diri kepada Tuhan, sementara penanaman pohon adalah wujud nyata menjaga bumi. Dia menilai, kedua hal itu harus menjadi satu kesatuan agar nilai keagamaan tidak berhenti pada ritual, tapi hadir dalam tindakan konkret.
Tak lupa, Amir juga mengingatkan tentang potensi ancaman bencana ke depan, termasuk gempa megathrust yang ke rap disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Menurut nya, peringatan itu harus men jadi alarm kolektif untuk memperkuat solidaritas dan kesiapsiagaan bangsa.
“Kita tidak pernah tahu, hari ini saudara kita di Sumatera yang tertimpa musibah, besok lusa bisa jadi kita. Karenanya, mari kita rawat kepedulian agar persatuan dan kebersamaan sebagai bangsa tetap terjaga,” ucapnya.
Soal teknis pelaksanaan, Amir mengatakan, DPD Gerindra Jabar menyerahkan hal itu kepada masing-masing DPC. Setiap daerah dipersilakan menentukan lokasi, peserta, dan konsep acara sesuai kondisi setempat.
Baca juga : Rebut Piala Sper Italia, Napoli Siap Mati Demi Conte
“Silakan melakukan improvisasi, selama substansi utama tetap dijalankan,” imbuhnya.
Namun begitu, dia menyarankan agar kegiatan itu melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, Pemerintah Daerah, hingga komunitas lingkungan. Kemudian, tambah dia, kaum duafa dan anak-anak yatim.
“Doa mereka lebih maqbul dari doa kita. Terpenting, pastikan tidak ada satu pun kader Gerindra yang merayakan malam tahun baru dengan pesta dan hura-hura,” tandasnya. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya