Dark/Light Mode

Wihaji Tegaskan KB Adalah Hak Perempuan Untuk Kehamilan Sehat dan Aman

Rabu, 24 Desember 2025 10:40 WIB
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Dr. Wihaji. (Foto : ist)
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Dr. Wihaji. (Foto : ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Dr. Wihaji menegaskan, setiap perempuan memiliki hak untuk memperoleh metode kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhannya melalui program Keluarga Berencana (KB).

Penegasan tersebut disampaikan Wihaji dalam kegiatan Berbagi Praktik Baik Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi dalam rangka Peringatan Hari Ibu 2025. Kegiatan ini digelar secara luring di Kantor Kemendukbangga/BKKBN serta daring melalui Zoom dan YouTube @kemendukbangga_bkkbn, Selasa (23/12/2025).

Baca juga : Ditegaskan Hashim, Prabowo Nggak Punya Kebun Sawit Sehektar Pun!

“Metode KB atau kontrasepsi merupakan pilihan untuk menata keluarga berencana. Ini sederhana tapi harus dikerjakan. Mendapatkan metode kontrasepsi/KB adalah hak perempuan untuk merencanakan kelahiran secara lebih sehat dan aman. Hal ini sesuai amanat dalam Undang-Undang 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga,” ujar Wihaji.

Menurutnya, program KB memiliki peran strategis dalam membangun stabilitas demografi. Melalui pengaturan jarak kehamilan yang tepat, KB berkontribusi terhadap peningkatan kualitas ekonomi, kesehatan mental, kesehatan reproduksi, keluarga berencana, serta sumber daya manusia.

Baca juga : PLN Mobile EVenture Galang Donasi Rp 149,9 Juta Untuk Aceh Dan Sumatera

Senada dengan itu, Deputi Bidang Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Kemendukbangga/BKKBN, Dr. Drs. Wahidin, M.Kes menegaskan bahwa program KB juga berfungsi sebagai langkah pencegahan berbagai risiko kesehatan ibu dan anak.

“Program KB juga berperan penting dalam mencegah ibu dari kehamilan yang tidak diinginkan, kehamilan 4 Terlalu (terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat, dan terlalu banyak), serta berkontribusi pada pencegahan dan penurunan stunting,” ucap Wahidin.

Baca juga : PIS Salurkan Bantuan untuk Warga Aceh Tamiang

Dalam kesempatan tersebut, Wihaji juga memaparkan rencana kerja Kemendukbangga/BKKBN ke depan, khususnya penguatan program KB Pascapersalinan (KBPP) sebagai upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Ia menekankan pentingnya memastikan prioritas pelayanan KB agar masyarakat yang belum terlayani dapat segera memperoleh akses layanan.

Pada kegiatan ini, Kemendukbangga/BKKBN turut memberikan Apresiasi Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi 2025, meliputi Apresiasi Sinergi Inovasi dan Komitmen KB Pascapersalinan (ASIK KBPP), Role Model Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) dan Klinik Swasta, serta Kelompok KB Pria. Acara juga dirangkaikan dengan talkshow yang menghadirkan sejumlah narasumber untuk berbagi praktik baik terkait KB Pascapersalinan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.