Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gotong Royong Lintas Pihak, Kemenhut Bersihkan Kayu Limbah Bencana Sumatera
Jumat, 26 Desember 2025 17:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus mempercepat pembersihan tumpukan kayu dan material limbah akibat bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Sumatera.
Kegiatan ini dilakukan secara terpadu oleh unit pelaksana teknis (UPT) Kemenhut bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, mitra swasta, relawan, serta masyarakat setempat.
Di Aceh Tamiang dan Aceh Utara, pembersihan difokuskan di kawasan Pesantren Darul Mukhlisin dan wilayah Langkahan. Tim gabungan mengerahkan ratusan personel serta puluhan unit alat berat guna mempercepat pemulihan lingkungan dan fasilitas publik yang terdampak bencana.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Subhan, mengatakan pembersihan dilakukan secara intensif, bahkan hingga malam hari.
“Pembersihan tidak hanya menyasar tumpukan kayu, tetapi juga ruang belajar, rumah ibadah, serta akses vital masyarakat. Hingga saat ini, progres pembersihan di lingkungan pesantren telah mencapai sekitar 65 persen dan terus kami percepat dengan dukungan lintas pihak,” ujar Subhan, dalam keterangannya, Jumat (26/12/2025).
Baca juga : Amankan Pasokan Bawang Merah, Kementan Terapkan Kerja Sama Antar Daerah
Dia menambahkan, tim Manggala Agni, BBTNGL, dan BKSDA turut membersihkan ruang belajar serta fasilitas wudu masjid. Sementara itu, pengukuran dan penghitungan kayu limbah dilakukan sebelum diangkut ke lokasi penampungan akhir sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara di Sumatera Utara, Kemenhut berpartisipasi aktif mendukung pembersihan tumpukan kayu dan material limbah bencana yang dikomandani oleh Satgas Pemerintah Daerah.
Kegiatan dilaksanakan di Desa Aek Ngadol, Desa Garoga, dan Desa Huta Godang dengan melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, mitra swasta, relawan, dan masyarakat setempat.
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Novita Kusuma Wardani, menyampaikan bahwa keterlibatan Kemenhut difokuskan pada dukungan teknis, personel, serta pendampingan lapangan sesuai kewenangan.
“Kemenhut melalui BBKSDA Sumatera Utara ikut mendukung Satgas, terutama dalam pembersihan di sekitar permukiman warga dan fasilitas umum, serta pendampingan teknis agar kegiatan berjalan aman dan tertib,” kata Novita.
Baca juga : Wakapolri Pimpin Apel Pemberangkatan Personel Bencana Sumatera
Ia menegaskan, sinergi lintas pihak menjadi kunci percepatan pemulihan wilayah terdampak.
“Dengan komando Satgas, seluruh unsur bergerak bersama agar akses vital, fasilitas pendidikan, dan lingkungan permukiman dapat segera pulih dan kembali dimanfaatkan masyarakat,” tambahnya.
Adapun di Sumatera Barat, pembersihan material kayu dilakukan di kawasan pantai Kota Padang oleh rimbawan yang terdiri atas UPT Kemenhut, Manggala Agni, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Sejak 20 hingga 25 Desember 2025, area pantai sepanjang 5,6 kilometer ke arah utara berhasil dibersihkan.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, Hartono, mengatakan pembersihan dilakukan dengan kombinasi alat berat dan gotong royong manual.
“Material kayu berukuran besar ditangani menggunakan alat berat dan dijauhkan dari bibir pantai, sementara serpihan kayu dibersihkan secara manual. Di area dengan aktivitas nelayan, kayu telah dinaikkan ke daratan dan dirapikan untuk dikelola oleh masyarakat,” ujar Hartono.
Baca juga : BLT Minimal Rp 8 Juta Buat Korban Bencana Sumatera
Menurutnya, pembersihan akan dilanjutkan ke lokasi berikutnya melewati kawasan cemara hingga ke Muara Penjalinan dengan pendekatan serupa guna memastikan keselamatan dan efektivitas penanganan. Kemenhut menegaskan seluruh kegiatan pembersihan dilakukan secara terkoordinasi, aman, dan berkelanjutan.
Pemerintah juga menyiapkan mekanisme pengelolaan kayu limbah bencana bersama pemerintah daerah dan para pihak terkait sebagai bagian dari komitmen mempercepat pemulihan wilayah terdampak serta mendukung keselamatan dan aktivitas masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya