Dark/Light Mode

Warga Aceh Peringati 21 Tahun Tsunami 

Sekarang Lebih Sedih, Rumah Penuh Lumpur

Sabtu, 27 Desember 2025 07:30 WIB
Warga Aceh berdoa pada peringatan ke-21 tahun tsunami di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Aceh, Jumat (26/12/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Ampelsa/wpa)
Warga Aceh berdoa pada peringatan ke-21 tahun tsunami di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Aceh, Jumat (26/12/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Ampelsa/wpa)

 Sebelumnya 
Dalam tausiahnya, UAS mengingatkan, musibah tidak semata-mata terjadi karena takdir, tetapi juga akibat ulah manusia yang merusak alam, baik di laut maupun di darat. 

“Bisa saja kayu gelondongan turun dari atas gunung. Tangan saya tak pernah memotong pohon, tak pernah memegang kapak atau chainsaw. Memang tanganmu tidak pernah, tapi tanda tanganmu,” sindir UAS yang disambut tawa jemaah. 

Seorang warga Banda Aceh, Arif, mengaku peringatan tsunami tahun ini terasa lebih menyakitkan. Sebab, banyak saudaranya menjadi korban banjir dan longsor. 

“Sedihnya dua kali lipat. Saya tidak mampu mengungkapkannya,” ucapnya, sambil terisak. 

Baca juga : Ijeck Bantah Lakukan Komunikasi Dengan Doli

Meski tidak terdampak langsung, Arif merasa sangat memahami penderitaan korban. Iya menuturkan, ibunya meninggal saat tsunami. Rumahnya, rusak. 

“Saya tahu bagaimana rasanya kehilangan. Semoga Aceh dan para korban bisa bangkit dan pulih kembali,” harap Arif. 

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah atau Dek Fadh, juga menyampaikan kesedihan mendalam atas bencana yang kembali melanda Tanah Rencong. 

“Kami kembali dilanda bencana, air gunung turun ke kampung hingga ke laut,” ujarnya saat memberikan sambutan. 

Baca juga : Siap Dalam Suka Dan Duka, PAN Janji Setia Kepada Prabowo

Ia mengungkapkan, tsunami 2004 hanya melanda empat kabupaten. Sedangkan banjir bandang dan longsor kali ini, terjadi di 18 kabupaten/kota. 

“Ribuan saudara kita kini berada di pengungsian,” ucapnya. 

Peringatan 21 tahun tsunami Aceh juga digelar di kuburan massal Desa Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Jumat. 

Kuburan massal tersebut menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi lebih dari 132 ribu korban tsunami 2004. 

Baca juga : Copot Kajari HSU Imbas OTT KPK, Kejagung: Bagian Evaluasi Kinerja

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menggelar zikir dan doa bersama. Para keluarga korban menaburkan bunga sambil larut dalam doa. 

Pj Bupati Aceh Barat, Tarmizi, menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi dan ikhtiar bersama. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.