Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto ingin kehidupan di Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut) segera kembali normal pascabanjir bandang dan longsor. Kepala Negara memerintahkan seluruh kementerian dan lembaga bekerja tanpa henti untuk mempercepat pemulihan.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno saat konferensi pers di Banda Aceh, Kamis (25/12/2025).
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan update progres penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, tepat satu bulan pascabencana. (Foto: Kemenko PMK)
“Semua harus terus bekerja tanpa henti, mengerahkan sumber daya nasional untuk mempercepat penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujarnya.
Ditegaskan Pratikno, pemerintah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, bersama pemerintah daerah terus bekerja di lapangan. Penanganan tidak hanya fokus pada fase tanggap darurat, tetapi juga diarahkan pada masa transisi menuju pemulihan.
Baca juga : Bangkitkan Ekonomi, 5 Menteri Blusukan Ke Mall
“Tepat sebulan setelah bencana, tidak ada libur. Semua bergotong royong, fokus pada keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, serta percepatan pemulihan,” tegasnya.
Menurut Pratikno, kerja kolosal yang melibatkan banyak pihak mulai menunjukkan hasil. Dari 81 ruas jalan nasional yang rusak akibat bencana, 72 ruas atau sekitar 90 persen telah kembali berfungsi. Sementara sembilan ruas lainnya masih dalam proses percepatan penanganan. Pengerjaan terus dilakukan tanpa henti agar konektivitas, distribusi logistik, dan akses layanan darurat semakin lancar.
Selain itu, dari total 52 kabupaten/kota terdampak di Aceh, Sumut, dan Sumbar, sebanyak 12 daerah telah memasuki fase transisi dari tanggap darurat menuju masa pemulihan. Namun, di Aceh masih terdapat 10 kabupaten yang memutuskan memperpanjang status tanggap darurat. Kebijakan tersebut diambil untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan optimal dan daerah benar-benar siap memasuki tahap pemulihan.
Dalam tahapan pemulihan, lanjut Pratikno, pemerintah juga mempercepat pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Proses pembangunan telah mulai berjalan. Di Sumbar, pembangunan hunian darurat telah dilakukan di enam kabupaten/kota.
Baca juga : BMKG Kasih Warning, Bibit Siklon Baru Muncul Lagi
Sementara di Sumut, jumlah kabupaten/kota yang memulai pembangunan terus bertambah. “Sementara di Aceh, pembangunan sudah mulai berjalan di satu kabupaten, sedangkan kabupaten/kota lainnya masih dalam tahap persiapan dan percepatan,” jelasnya.
Salah satu tantangan utama dalam percepatan pemulihan ini, aku Pratikno, adalah penyiapan lahan. Penyiapan lahan dilakukan oleh pemerintah daerah, sementara pembangunan dikerjakan bersama-sama dan dikoordinasikan oleh BNPB dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta organisasi kemasyarakatan secara bahu-membahu.
Untuk pemulihan layanan kesehatan, lanjutnya, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dengan dukungan TNI-Polri dan relawan terus mempercepat pemulihan rumah sakit di wilayah terdampak serta layanan puskesmas.
“Pada prinsipnya, seluruh rumah sakit pemerintah sudah beroperasi, meskipun sebagian masih belum maksimal. Ratusan puskesmas juga telah kembali beroperasi dan terus ditingkatkan layanannya,” ujarnya.
Baca juga : Sekarang Lebih Sedih, Rumah Penuh Lumpur
Dari sisi layanan pendidikan, Pratikno mengatakan, di Aceh sekitar 65 persen sekolah telah disiapkan untuk kembali beroperasi melalui pembersihan dan revitalisasi fasilitas guna menyongsong tahun ajaran baru pada 5 Januari 2026. Sementara di Sumbar dan Sumut, tingkat kesiapan operasional sekolah sudah mendekati 90 persen.
“Di samping itu, distribusi bantuan logistik terus digencarkan melalui berbagai jalur, baik darat, udara, maupun laut, termasuk menjangkau wilayah-wilayah yang masih terisolasi akibat kerusakan infrastruktur,” ujar Pratikno.
Selain itu, di tengah kondisi cuaca yang dinamis, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dioptimalkan oleh pemerintah melalui BNPB, BMKG, dan TNI-Polri guna mengurangi intensitas curah hujan. Pemerintah juga mengapresiasi segenap elemen bangsa yang telah bersama-sama bergotong royong mempercepat upaya pemulihan daerah bencana.
Sementara itu, untuk mempercepat pemulihan, Polri kembali mengerahkan 1.500 personel tambahan untuk penanganan pascabencana di Sumatera. “Ini sesuai dengan perintah Bapak Kapolri untuk mempersiapkan kembali dan memberangkatkan pasukan, termasuk peralatan pendukung lainnya,” kata Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo saat apel pemberangkatan pasukan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (26/12/2025). [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya