Dark/Light Mode

Burhanuddin Abdullah: UMKM dan Koperasi Motor Utama Ekonomi Nasional

Selasa, 30 Desember 2025 05:26 WIB
Burhanuddin Abdullah pada acara refleksi akhir tahun BA Center yang digelar di Hotel Ritz-Carlton SCBD, Jakarta, Senin (29/12/2025) malam. (Foto : Ist)
Burhanuddin Abdullah pada acara refleksi akhir tahun BA Center yang digelar di Hotel Ritz-Carlton SCBD, Jakarta, Senin (29/12/2025) malam. (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Pembina BA Center, Burhanuddin Abdullah, menegaskan bahwa UMKM dan koperasi merupakan penggerak utama perekonomian nasional.

Ia menyebut, sekitar 60 persen aktivitas ekonomi Indonesia ditopang oleh UMKM, sekaligus menyerap 97 persen tenaga kerja nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Burhanuddin dalam refleksi akhir tahun BA Center yang digelar di Hotel Ritz-Carlton SCBD, Jakarta, Senin (29/12/2025) malam.

Baca juga : Pengamat Optimis, Koperasi Bisa Topang Ekonomi Nasional

Menurut Burhanuddin, penguatan UMKM dan koperasi menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi tidak lagi bersifat elitis dan menciptakan kesenjangan. Karena itu, BA Center mendukung berbagai kebijakan pemerintah, termasuk pembangunan lebih dari 80.000 Koperasi Desa Merah Putih, sebagai upaya nyata pemerataan ekonomi.

“Kita ingin pertumbuhan ekonomi tidak lagi menciptakan kesenjangan, tetapi justru lahir dari pemerataan aktivitas dan kesempatan ekonomi,” tegas mantan Gubernur Bank Indonesia tersebut.

Ia menekankan, koperasi memiliki posisi strategis karena sejalan dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, yang menempatkan asas kekeluargaan sebagai dasar penyusunan perekonomian nasional.

Baca juga : PHM Mulai Operasikan Proyek Sisi Nubi AOI, Tambah Pasokan Energi Nasional

Selain penguatan UMKM dan koperasi, Burhanuddin juga mendorong lahirnya Undang-Undang Sistem Perekonomian Nasional sebagai amanat konstitusi. Ia mengungkapkan, naskah akademik RUU tersebut telah rampung dan kini memasuki tahap penyusunan batang tubuh undang-undang.

Dalam refleksi akhir tahun tersebut, Burhanuddin menyebut momentum ini penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh atas capaian yang telah diraih, sekaligus merancang agenda strategis ke depan.

Sepanjang 2025, BA Center bersama Lembaga Kajian Prasasti telah memfokuskan langkah pada penguatan fondasi kebijakan ekonomi nasional.

Baca juga : Harbolnas 2025 Diprediksi Dongkrak Konsumsi Dan Ekonomi Nasional

“Di tahun 2025, salah satu langkah penting yang kita lakukan adalah pembentukan Lembaga Kajian Prasasti dan BA Center. Keduanya memiliki fokus yang berbeda namun saling melengkapi,” ujar Burhanuddin.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.