Dark/Light Mode

SPAM Rantau Beroperasi Lagi, Pasokan Air Bersih Aceh Tamiang Normal

Jumat, 2 Januari 2026 17:27 WIB
Foto: Tim Media Presiden
Foto: Tim Media Presiden

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasokan air bersih bagi warga Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, mulai kembali normal setelah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Rantau beroperasi kembali pascabanjir bandang. Pemulihan fasilitas ini menjadi langkah penting dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung Instalasi Pengolahan Air (IPA) Rantau pada Rabu (31/12) untuk memastikan kesiapan dan kualitas layanan air bersih. Ia menegaskan bahwa air yang diproduksi telah memenuhi standar kesehatan.

Baca juga : Kapolri Tinjau Kesiapan Lokasi Huntap Polri Seluas 6,5 Ha Di Aceh Tamiang

“Saat ini air sudah mengalir ke reservoir dan dalam proses distribusi. Kualitasnya telah sesuai standar, sehingga secara umum aman untuk digunakan,” ujar Dody dalam keterangan resmi, Jumat (2/1).

Dalam peninjauan tersebut, air yang sebelumnya keruh kecokelatan tampak jernih setelah melalui proses pengolahan dan filtrasi. Untuk memastikan kualitasnya, Menteri PU bahkan sempat meminum air langsung dari bak penampungan.

Baca juga : Pengungsi Sudah Pindah, BULOG Manfaatkan GOR Aceh Tamiang Jadi Gudang Beras

SPAM IKK Rantau memiliki kapasitas produksi sebesar 40 liter per detik dan melayani kebutuhan air bersih warga Kecamatan Rantau dan sekitarnya. Sebelumnya, banjir bandang menyebabkan kerusakan pada sejumlah komponen vital, mulai dari tanggul IPA, intake, reservoir, hingga sistem pompa dan kelistrikan.

Pemulihan infrastruktur dilakukan secara cepat oleh PT Hutama Karya (Persero) melalui rehabilitasi sistem, optimalisasi pompa, perbaikan mekanikal dan elektrikal, serta pembersihan sisa lumpur. Selama masa transisi, dukungan darurat berupa menara tangki air sementara dan genset juga disiagakan untuk memastikan pasokan air tetap berjalan.

Baca juga : Layanan Pulih 100 Persen, BSI Pastikan Operasional & Transaksi Di Aceh Kembali Normal

Di sela peninjauan, warga sempat mengeluhkan tingginya harga air tangki swasta yang mencapai Rp2,7 juta akibat kelangkaan pasokan selama banjir. Menanggapi hal tersebut, Menteri PU menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan ketersediaan air bersih dengan harga terjangkau.

Ke depan, pemerintah akan melanjutkan rehabilitasi dan rekonstruksi permanen pada infrastruktur intake dan jaringan distribusi guna menjamin ketahanan pasokan air bersih jangka panjang di Kabupaten Aceh Tamiang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.