Dark/Light Mode

Tak Mau Rakyat Susah, Wamen ESDM Cek Langsung Pasokan Energi di Tapanuli

Rabu, 24 Desember 2025 12:18 WIB
Wamen ESDM Yuliot saat mengunjungi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. (Foto: dok. ESDM)
Wamen ESDM Yuliot saat mengunjungi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. (Foto: dok. ESDM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot turun langsung meninjau fasilitas energi di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Senin (22/12/2025). Demi memastikan kebutuhan energi masyarakat aman, menjelang libur Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Tarutung. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pasokan energi, mulai dari BBM, LPG, hingga listrik, benar-benar siap melayani kebutuhan masyarakat selama periode libur panjang.

Yuliot menegaskan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terlayani, khususnya pada momentum Natal dan Tahun Baru.

“Arahan dari Bapak Presiden, yang pertama itu bagaimana kebutuhan dasar masyarakat itu bisa terlayani. Kemudian, yang terkait dengan energi seperti Bahan Bakar Minyak (BBM), Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan kelistrikan, itu harus diutamakan. Agar ketersediaan energi di periode Natal dan Tahun Baru mencukupi,” jelasnya.

Baca juga : Gempur Tambang Ilegal Di Kalteng, Gakkum ESDM Pasang Papan Larangan Di 6 Titik

Selain memastikan pasokan selama Nataru, pemerintah juga memprioritaskan pemulihan energi di wilayah terdampak bencana.

Di sektor ketenagalistrikan di Provinsi Sumatera Utara, dari total 544.048 pelanggan yang terdampak, sebanyak 544.038 pelanggan sudah kembali menikmati aliran listrik. Saat ini, tersisa 10 pelanggan yang masih dalam proses pemulihan.

Di sektor BBM, pemerintah telah meminta PT Pertamina (Persero) menambah stok selama periode libur Nataru. Langkah ini diambil untuk mencegah antrean panjang di SPBU dan memastikan kelancaran mobilitas masyarakat.

“Stok (BBM) supaya ditambah sehingga tidak ada antrian di setiap SPBU. Agar kebutuhan masyarakat dalam rangka mobilisasi dan silaturahmi dengan keluarga itu bisa terlaksana dengan baik. Sejauh ini, tidak ada kendala dalam ketersediaan BBM, khususnya di Tapanuli, Sumatera Utara,” imbuh Yuliot.

Baca juga : Bahlil Pastikan Pasokan Energi Aman Terkendali

Penyaluran LPG di Sumatera Utara juga ditingkatkan. Total pasokan mencapai 1.771 metrik ton (MT) per hari, lebih tinggi dibandingkan kondisi normal pada September–Oktober 2025 yang mencapai 1.663 MT per hari.

Pasokan tersebut terdiri dari LPG PSO atau LPG subsidi 3 kilogram sebesar 1.734 MT per hari dan LPG non-PSO sebesar 37 MT per hari.

Pemerintah juga memberikan kelonggaran kebijakan di wilayah terdampak bencana. Salah satunya dengan diskresi penggunaan QR Code pada aplikasi My Pertamina, demi menghindari penumpukan antrean menjelang Nataru.

“Jadi, dalam rangka penanganan untuk bencana, kita lepaskan batasan QR Code di My Pertamina. Agar masyarakat bisa mendapatkannya sesuai dengan kebutuhan. Termasuk, mengisi BBM dengan jerigen pun kita izinkan," papar Yuliot.

Baca juga : Kembali Ke Sumbar, Prabowo Cek Langsung Penanganan Bencana

"Selain itu, pemerintah juga memberikan kelonggaran terhadap akses BBM dalam rangka pemulihan sejumlah infrastruktur," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.