Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pemerintah Revitalisasi Sekolah, Siswa SMK Negeri 7 Medan Makin Semangat Belajar
Senin, 5 Januari 2026 19:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah telah merevitalisasi lebih dari 16 ribu satuan pendidikan di Tanah Air, termasuk sekolah-sekolah di Sumatera Utara. Salah satunya adalah SMK Negeri 7 Medan.
Program ini mendapat sambutan antusias dari para guru dan siswa di sekolah tersebut.
Muhammad Aji Surono, siswa kelas XI jurusan kuliner, mengaku perbaikan bangunan dan fasilitas sekolah menambah semangat belajar dirinya dan teman-teman.
“Perasaan senang membanjiri saya. Karena dengan adanya program ini, sekolah kami sangat terbantu akan fasilitas. Dan fasilitas yang kami terima, bisa membuat kami belajar dengan lebih nyaman,” kata Aji, Senin (5/1/2026).
Baca juga : Masuk Semester Genap, Sekolah Diminta Gelar Pagi Ceria dan Upacara Bendera
SMK Negeri 7 Medan menjadi salah satu penerima bantuan revitalisasi senilai Rp3,17 miliar dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Bantuan tersebut digunakan untuk pembangunan empat gedung baru guna mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan layanan pendidikan.
Selain revitalisasi bangunan, SMK Negeri 7 Medan juga menerima dukungan digitalisasi pembelajaran, antara lain berupa Interactive Flat Panel (IFP) serta perangkat pendukung teknologi informasi lainnya.
Perangkat tersebut memperkuat pembelajaran interaktif sekaligus mendukung praktik pembelajaran berbasis digital.
Baca juga : Pemerintah Revitalisasi 897 Sekolah di Sumut, Target Rampung Akhir Januari 2026
“Sebelumnya untuk gedung hanya lantai 1 sekarang ada lantai 2. Kursi-kursi menjadi lebih baru, dan meja juga baru,” tutur Aji.
Menurutnya, fasilitas baru ini membuat ia dan rekan-rekannya semakin termotivasi untuk belajar lebih sungguh-sungguh demi meraih prestasi.
“Pastinya kami lebih semangat untuk belajar. Fasilitas baru, gedung baru, dan itu akan menambah semangat kami untuk lebih meraih ilmu dan prestasi,” ujar siswa yang dua hari lagi genap berusia 17 tahun tersebut.
Meski demikian, Aji mengakui sejumlah fasilitas penunjang pembelajaran membutuhkan proses adaptasi, terutama penggunaan smart board atau Interactive Flat Panel(IFP) yang digunakan untuk memodernisasi metode pengajaran di sekolah.
Baca juga : Dari Putus Sekolah, Sadam Kini Menata Mimpi Di Sekolah Rakyat Semarang
“Karena beberapa siswa masih asing dengan smartboard ini. Tapi kalau untuk komputer, karena memang sudah diajar dari kelas 1, kami sudah mengenal basic-basic komputer. Jadi, kalau untuk komputer, kami tidak terlalu membutuhkan adaptasi berlebihan,” ujar Aji
Aji berharap bantuan revitalisasi dan digitalisasi pendidikan dapat terus diberikan ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia agar mutu pendidikan nasional semakin maju dan mampu bersaing dengan negara-negara lain di Asia, seperti Jepang, China dan Korea.
“Saya mengucapkan terima kasih karena telah mendukung program-program yang sangat baik dan bagus untuk pendidikan Indonesia. Terima kasih, Presiden Prabowo,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya