Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
MDMC Perkuat Pemulihan Mental 600 Guru dan Siswa Terdampak Bencana
Rabu, 7 Januari 2026 05:41 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Memasuki masa transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Sumatera, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menggelar Pelatihan Dukungan Psikososial bagi 600 guru dan siswa terdampak bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Pelatihan ini merupakan bagian dari respons lanjutan Muhammadiyah untuk mendukung pemulihan sektor pendidikan sekaligus kesehatan mental anak-anak pascabencana, khususnya pascabanjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
Kegiatan tersebut diselenggarakan melalui kerja sama Lembaga Resiliensi Bencana Muhammadiyah (LRB)/MDMC dengan Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (PKPLK Kemendikdasmen). Pelatihan juga didukung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Selain itu, pelaksanaan kegiatan melibatkan sejumlah Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yakni Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan, Universitas Muhammadiyah Aceh (UMAHA) Bireuen, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA), serta Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Baca juga : DPR Sarankan Pemerintah Bikin Badan Khusus Tangani Dampak Bencana Sumatera
Koordinator Layanan Dukungan Psikososial Posko Nasional Muhammadiyah Respons Bencana Sumatera, Natta Hendriatti, mengatakan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas guru dan murid dalam menghadapi dampak psikologis pascabencana.
“Pada fase transisi menuju pemulihan, anak-anak dan pendidik membutuhkan ruang aman untuk memulihkan kondisi psikososial agar proses belajar dapat kembali berjalan dengan baik,” ujar Natta.
Ia menjelaskan, pelatihan ini bertujuan membantu murid mengenali perasaan dan kecemasan yang muncul setelah bencana, membekali mereka dengan teknik dasar untuk meredakan stres, serta menciptakan lingkungan yang mendukung anak untuk berbagi pengalaman pascabencana.
“Peserta juga didorong menyusun rencana pemulihan yang bisa diterapkan di sekolah maupun di hunian sementara,” tambahnya.
Baca juga : Menkop: Koperasi Akan Terlibat Pulihkan Ekonomi Sosial Daerah Bencana
Sementara itu, bagi guru, pelatihan difokuskan pada peningkatan pemahaman tentang dukungan psikososial dalam situasi darurat, keterampilan mendeteksi gejala psikologis pada murid, serta kemampuan menyediakan ruang aman dan pendampingan yang efektif selama masa pemulihan.
“Guru juga dibekali untuk menyusun rencana aksi pemulihan agar keberlanjutan pendidikan di sekolah terdampak tetap terjaga,” jelas Natta.
Pelatihan dukungan psikososial ini dilaksanakan pada 5–16 Januari 2026 dengan menghadirkan narasumber dan fasilitator dari MDMC serta kalangan profesional, antara lain Budi Santoso, Zakarija Achmat, Elisa Kurniadewi, dan Natta Hendriatti.
Sebanyak 600 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 200 siswa dan 400 guru dari satuan pendidikan negeri maupun swasta di wilayah terdampak bencana di Sumatera.
Baca juga : Rapat Perdana 2026, Menperin Bahas Program Pemulihan IKM Terdampak Bencana
Melalui pelatihan ini, MDMC berharap murid mampu mengelola kecemasan dan stres pascabencana serta memiliki rencana pemulihan pribadi yang mendukung kesejahteraan psikososial mereka. Sementara bagi guru, pelatihan diharapkan dapat memperkuat peran pendidik sebagai pendamping pemulihan anak.
“Dengan begitu, layanan pendidikan tetap berjalan secara aman, ramah anak, dan berkelanjutan pada masa transisi menuju pemulihan,” pungkas Natta.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya