Dark/Light Mode

Stafsus: Presiden Tempa Soliditas Hambalang Men-Hambalang Women Lewat Retret

Rabu, 7 Januari 2026 08:25 WIB
Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan, Timothy Ivan Triyono. (Foto : ist)
Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan, Timothy Ivan Triyono. (Foto : ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menggelar retret kabinet jilid kedua di Hambalang, Bogor, yang dihadiri lengkap seluruh jajaran Kabinet Merah Putih. Retret ini disebut menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas kabinet sekaligus mengevaluasi capaian pemerintahan sejak 20 Oktober 2024.

Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan, Timothy Ivan Triyono, memastikan seluruh anggota kabinet hadir, termasuk utusan khusus presiden, penasihat khusus presiden, wakil kepala badan, hingga wakil menteri.

“Informasi yang saya terima terkonfirmasi hadir. Bahkan dalam sesi tertutup dilakukan absensi langsung oleh Presiden,” ujar Ivan dalam dialog di salah satu stasiun televisi nasional, Selasa (6/1/2026).

Baca juga : Jalankan Titah Presiden, Ara Gaspol Bangun Hunian Korban Banjir Sumatera

Ivan menjelaskan, pemilihan Hambalang sebagai lokasi retret didasari pertimbangan praktis dan simbolik. Dari sisi praktis, kegiatan dilakukan dengan prinsip efisiensi dan kenyamanan karena dilaksanakan di kediaman Presiden, sekaligus memperhatikan situasi kebencanaan.

Sementara secara simbolik, Presiden ingin membangun karakter kepemimpinan kabinetnya.
“Kalau bercandanya, Presiden ingin menjadikan para menteri dan wakil menteri sebagai Hambalang Men dan Hambalang Women. Kan selama ini masyarakat cukup familiar ya dengan istilah Hambalang Boys, kader muda yang dibina langsung oleh Pak Prabowo, seperti : Mas Sudaryono, Mas Sugiono, Mas Angga Raka, maupun Mas Pras. Nah mungkin kali ini Presiden ingin menempa putra-putri terbaik bangsa lainnya yang menjadi para pembantu beliau di kabinet agar semakin solid dan kerja keras,” kata Ivan.

Di luar aspek simbolik, substansi utama retret kabinet jilid kedua adalah evaluasi menyeluruh atas kinerja pemerintahan. Presiden memaparkan lebih dari 30 capaian besar yang disebut sebagai langkah transformasi bangsa, yang ditayangkan melalui sebuah video sebelum sesi taklimat.

Baca juga : JK Minta Pengurus Masjid Adakan Sholat Ghaib dan Galang Dana Bencana Sumatera

“Presiden mengevaluasi capaian yang sudah berjalan sekaligus memberikan arahan ke depan, terutama menghadapi dinamika politik dalam negeri dan situasi global,” ujarnya.

Dalam retret tersebut, sekitar 12 hingga 15 menteri diminta memaparkan kinerja kementeriannya. Presiden juga membuka ruang masukan langsung dari para menteri dan wakil menteri untuk merumuskan langkah percepatan kebijakan.

Sejumlah agenda strategis menjadi fokus pembahasan, mulai dari swasembada pangan dan energi, penanganan bencana, sekolah rakyat, hingga Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari strategi transformasi bangsa.

Baca juga : Basaruddin Dukung PP 39/2025, Dorong Legalitas Tambang Rakyat Lewat Koperasi

Ivan menambahkan, capaian konkret pemerintah antara lain perluasan Program MBG yang telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat serta pembukaan 19.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Presiden juga menyoroti capaian swasembada beras dengan cadangan tertinggi sepanjang sejarah, serta penguatan penegakan hukum yang hasil pengembalian kerugian negara dimanfaatkan kembali untuk program strategis.

“Retret ini menjadi momentum penting di awal tahun untuk menegaskan kembali arah kebijakan dan memastikan seluruh kabinet bergerak dalam satu barisan,” pungkas Ivan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.