Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bagi Siswa di Aceh Tamiang, Masuk Sekolah Lagi Jadi Pelipur Lara Usai Bencana
Rabu, 7 Januari 2026 13:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bagi Denico Felix Batubara (17 tahun), siswa kelas XI SMA Negeri 4 Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, kembali masuk sekolah menjadi momen yang paling ditunggu. Setelah sebulan dilanda banjir, bangku sekolah kembali menghadirkan rasa bahagia yang sempat hilang.
“Pertama kali masuk ke sekolah, bertemu teman-teman, rasa bahagia itu mulai muncul lagi,” kata Denico, saat dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar, Senin (5/1/2026).
Suasana sekolah yang kembali hidup menjadi pelipur lara bagi Denico. Bertemu teman-teman dan para guru menghadirkan kehangatan yang tak ia rasakan selama masa bencana.
“Momen paling saya kangen pada saat duduk-duduk saling bercerita. Cita-cita yang ingin kami raih atau lelucon-lelucon yang kami bicarakan,” ujar Denico, yang dipercaya menjadi pemimpin upacara saat hari pertama sekolah kembali dibuka.
Baca juga : Omzet Rumah Makan Di Aceh Tamiang Berangsur Pulih Pascabencana
Sekolah juga menjadi tempat pertama Denico kembali bertemu teman-temannya setelah bencana melanda. Selama masa banjir, ia mengaku nyaris tak pernah bercengkerama dengan siapa pun.
Meski kembali ke sekolah dalam keterbatasan, Denico tetap merasa bahagia. Ia menuturkan, ada teman-temannya yang rumahnya hanyut, namun tetap menyempatkan diri datang ke sekolah.
“Bahkan saya ke sekolah sekarang ini pakai baju pinjam. Sepatu juga. Semua perlengkapan sudah tidak ada lagi,” kata Denico.
Salah satu aktivitas yang paling dirindukannya adalah kerja kelompok. Menurutnya, berdiskusi bersama teman-teman memberi semangat sekaligus melatih cara berpikir.
Baca juga : Warung Kopi di Aceh Tamiang Buka Lagi Pascabanjir, Pembeli Ramai
“Kangen kerja kelompok karena memicu daya berpikir kritis,” ujarnya.
Perasaan serupa dirasakan Nabila Safitri Rahayu (17), siswa kelas XII SMA Negeri 4 Kejuruan Muda. Kembali masuk sekolah menjadi momen yang mengharukan sekaligus menggembirakan baginya.
“Sebulan tanpa aba-aba. Libur begitu saja karena ada bencana. Belum ada salam perpisahan, ada rasa mengganjal,” kata Nabila.
Saat kembali bertemu teman-teman di sekolah, rasa haru tak terhindarkan. Lebih dari satu bulan tak berjumpa sejak banjir melanda, kebersamaan itu terasa begitu berarti.
Baca juga : Sekolah Masih Berlumpur, Baju Seragam Belum Punya
Begitu bertemu, Nabila mengaku banyak berbagi cerita sedih dengan teman-temannya. Namun, penerimaan atas musibah yang terjadi justru membuat cerita-cerita itu menjadi penguat satu sama lain.
“Kami sudah menerima itu, jadi kami ceritanya sambil ketawa-ketawa,” katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya