Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Warga Aceh Tamiang Bersyukur Tempati Huntara: Alhamdulillah, Senang Sekali
Jumat, 9 Januari 2026 23:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Detik-detik banjir bandang pada akhir November lalu masih membekas di ingatan Siti Rahma. Kala itu, warga Kampung Sukajadi, Kabupaten Aceh Tamiang, tersebut masih tinggal di sebuah hunian yang nyaman di sisi sungai. Meluapnya air dan naik-turunnya permukaan sungai sudah lumrah ia rasakan sehari-hari.
Saat itu, awalnya ia mengira luapan air sungai yang terjadi saat itu hanya bersifat sementara, seperti kejadian-kejadian sebelumnya. Namun, air ternyata tak kunjung surut. Air sungai kian meninggi, dan pada akhirnya mengubah hidupnya 180 derajat.
“Saat malam tiba, rumah kita sudah tersapu banjir. Rumah kami sudah tidak ada lagi,” cerita Siti, Jumat (9/1/2026).
Baca juga : Warga Aceh Tamiang Sudah Huni Rumah Sementara: Terima Kasih Pemerintah
Situasi mencekam itu memaksa Siti dan keluarganya mengungsi ke Posko Pengungsian Jembatan Kuala Simpang. Selama sebulan, mereka bertahan dalam keterbatasan, dengan satu harapan sederhana: bisa kembali memiliki tempat untuk berkumpul bersama keluarga.
Untungnya, harapan Siti akhirnya terwujud. Pada Kamis (8/1/2026), Siti dan keluarganya telah beranjak dari posko pengungsian dan berpindah menempati Hunian Sementara (Huntara) yang jauh lebih layak.
Bagi Siti, ini menjadi salah satu momen paling membahagiakan sejak bencana terjadi. Ia tak henti mengucap syukur atas tempat berteduh yang kini bisa ia sebut rumah, meski bersifat sementara.
Baca juga : Siap Jalani Sidang, Nadiem: Alhamdulillah, Sudah Pulih
“Alhamdulillah, senang sekali karena dapat rumah hunian sementara dari Bapak Presiden,” ungkapnya.
Siti adalah salah satu penghuni 600 Huntara yang telah dibangun Danantara Indonesia bersama BUMN Karya.
Hunian Sementara ini jauh dari kesan darurat. Setiap unit dirancang fungsional dengan satu pintu dan satu jendela untuk sirkulasi udara. Di dalamnya sudah tersedia dua tempat tidur, lemari, kipas angin, hingga meja makan. Akses jalan antarblok dilapisi rumput buatan yang menambah kesan asri, lengkap dengan pot tanaman penghijauan di setiap pintu.
Baca juga : Omzet Rumah Makan Di Aceh Tamiang Berangsur Pulih Pascabencana
Kegembiraan dan rasa syukur tak hanya terucap dari mulut Siti. Yati, warga lainnya, juga ikut memanjatkan syukur karena bisa kembali berteduh di tempat yang nyaman.
“Alhamdulillah, kami senang sekali karena bisa berteduh sama keluarga,” ujar Yati
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya