Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Huntara di Aceh Tamiang Dikebut, Pembangunan Nonstop 24 Jam
Selasa, 30 Desember 2025 20:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Penanganan pascabencana banjir di Aceh memasuki fase lanjutan. Negara mulai merealisasikan pembangunan hunian sementara (huntara) sebagai langkah awal relokasi warga terdampak. Pada tahap awal, sebanyak 600 unit huntara telah dibangun.
Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan pembangunan huntara merupakan bentuk kehadiran negara melalui BUMN dalam mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana.
“Pada prinsipnya kami ingin berpartisipasi membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana. Hunian ini diharapkan menjadi tempat tinggal yang aman dan layak, sekaligus mendukung proses pemulihan,” ujar Dony saat meninjau lokasi, Selasa (30/12/2025).
Menurut Dony, pembangunan huntara tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga kualitas lingkungan. Kawasan hunian dirancang dilengkapi fasilitas pendukung seperti fasilitas umum, tempat ibadah, ruang bermain anak, serta akses konektivitas agar warga tetap dapat beraktivitas selama masa transisi.
Baca juga : Jajal Jembatan Darurat Kutablang, Macet 3 Jam
Ia menambahkan, 600 unit huntara tersebut merupakan tahap awal dari program yang lebih besar dengan target pembangunan hingga 15.000 unit di berbagai wilayah terdampak.
“Ke depan pembangunan dilakukan bertahap, menyesuaikan kebutuhan dan kesiapan daerah. Kami menunggu arahan dari pemerintah daerah terkait lokasi-lokasi yang siap dibangunkan,” katanya.
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyampaikan dampak banjir dirasakan hampir di seluruh wilayah provinsi. Dari 18 kabupaten/kota terdampak, sedikitnya tujuh daerah mengalami dampak paling parah dan membutuhkan penanganan cepat serta kolaboratif.
“Kami menyampaikan terima kasih. Progresnya sangat cepat, pekerjaan dilakukan nonstop 24 jam. Kami berharap pembangunan huntara berjalan paralel dengan proses pemulihan,” ujar Fadhlullah.
Baca juga : Tamsil Linrung Dorong Penguatan Pembangunan Daerah 3T
Ia menekankan pentingnya penyediaan lahan oleh pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pihak lain agar pembangunan tahap lanjutan dapat segera dilakukan. Keberadaan huntara juga diharapkan memberi rasa aman dan nyaman bagi warga.
Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi mengungkapkan skala kerusakan di wilayahnya tergolong besar. Berdasarkan pendataan sementara, lebih dari 14.000 rumah terdampak, dengan sekitar 8.000 unit rusak berat.
“Untuk rumah yang rusak parah jumlahnya sekitar 8.000 unit. Karena itu, relokasi kemungkinan besar akan dilakukan,” kata Armia.
Pembangunan huntara tahap awal ini dikerjakan secara kolaboratif oleh BUMN Karya, Himbara, PLN, Pertamina, Telkom, serta didukung kesiapan lahan oleh PTPN Grup. Sinergi lintas pihak tersebut memungkinkan proses pengerjaan dilakukan lebih cepat.
Baca juga : TNI dan Brimob Kebut Pembangunan Huntara di Wilayah Terdampak Bencana Sumbar
Program huntara ini menjadi bagian dari kerja sama pemerintah pusat dan daerah bersama BUMN untuk memastikan warga terdampak banjir memiliki tempat tinggal sementara yang aman dan layak sambil menunggu proses pemulihan lanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya