Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tinjau Banjir Lamongan, Khofifah Usulkan Normalisasi Bengawan Jero
Minggu, 11 Januari 2026 15:48 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung lokasi banjir di Desa Laladan, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (10/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi warga terdampak sekaligus menyalurkan bantuan sembako guna meringankan beban masyarakat.
Khofifah menegaskan, banjir yang kerap terjadi di kawasan Bengawan Jero, membutuhkan penanganan struktural jangka panjang. Hal itu disampaikan Khofifah saat meninjau langsung lokasi banjir di Desa Laladan, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Sabtu (10/1/2026).
Kata Khofifah, salah satu solusi utama yang didorong adalah normalisasi kanal sepanjang 9 kilometer hingga bermuara ke laut. Menurut Khofifah, Kecamatan Deket memiliki banyak anak sungai yang bermuara ke Bengawan Jero dan mengalir hingga wilayah Kabupaten Gresik. Kondisi ini menyebabkan peningkatan debit air secara signifikan saat curah hujan tinggi.
Baca juga : Banjir Sumatera, Cuaca Ekstrem Dan Deforestasi Jadi Sorotan
“Diperlukan normalisasi kanal sepanjang 9 kilometer menuju laut. Ini tentu harus dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Gresik karena jalurnya akan melintasi area pinggiran JIPI (Java Integrated Industrial and Port Estate),” kata Khofifah.
Ia juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Lamongan yang telah melakukan mitigasi awal dengan menutup sejumlah pintu air. Berdasarkan data yang diterimanya, terdapat enam pintu air dengan kapasitas total 840 liter per detik. Namun kapasitas tersebut dinilai belum mampu menampung besarnya volume air yang berasal dari anak-anak sungai.
Selain persoalan infrastruktur, Khofifah mengingatkan pentingnya peningkatan kewaspadaan seiring lonjakan intensitas hujan di Jawa Timur. Ia mengutip data BMKG Juanda yang mencatat peningkatan signifikan curah hujan pada Januari.
Baca juga : Tinjau Sekolah Terdampak Banjir Di Balangan, Wapres Minta KBM Segera Normal
“Data BMKG Juanda menunjukkan intensitas hujan pada Desember masih sekitar 20 persen. Memasuki Januari meningkat menjadi 58 persen atau hampir tiga kali lipat. Sementara pada Februari diperkirakan turun menjadi 22 persen,” ungkap eks Menteri Sosial itu.
Menghadapi potensi cuaca ekstrem tersebut, Khofifah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan masyarakat untuk menekan risiko bencana.
“Antisipasi dan mitigasi harus dilakukan di semua lini. Semua elemen, termasuk rekan-rekan media, perlu bersama-sama membangun kewaspadaan karena prediksi alam menunjukkan intensitas hujan di Jawa Timur sedang tinggi,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya