Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PTPN I Targetkan Pembangunan 27 Ribu Hektare Kebun di Jawa Barat
Selasa, 13 Januari 2026 08:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PTPN I melalui Unit Kerja Regional 2 menargetkan pembangunan kebun seluas 27 ribu hektare di Jawa Barat hingga 2029. Tiga komoditas utama yang akan dimassifkan adalah kelapa, karet, dan kopi, sebagai dukungan konkret terhadap Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas mengatakan, seluruh strategi pengembangan bisnis perusahaan mengacu pada Asta Cita, khususnya tiga instruksi jangka pendek presiden, yakni pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, serta pembentukan simpul-simpul ekonomi baru.
“Asta Cita merupakan grand design yang menjadi acuan utama kami. Strategi itu kami terjemahkan ke dalam program nyata yang menyerap tenaga kerja, mengentaskan kemiskinan, dan menciptakan peluang usaha baru,” kata Teddy di Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Baca juga : Prabowo: Pembangunan Tak Cukup Kejar Pertumbuhan, Harus Ada Pemerataan
Untuk wilayah Jawa Barat yang masuk kluster Regional 2, hingga 2029 PTPN I memproyeksikan pembangunan total 45 ribu hektare kebun kelapa, karet, dan kopi. Dari jumlah tersebut, 27 ribu hektare merupakan kebun inti milik perusahaan, sementara 19,5 ribu hektare dikembangkan melalui skema kemitraan atau plasma bersama masyarakat.
“Artinya, pelibatan masyarakat sekitar sangat besar. Program ini mendorong tumbuhnya simpul ekonomi produktif baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan kawasan,” ujarnya.
Sejak 2025, program pengembangan kebun telah mulai berjalan. Pada tahap awal, telah terealisasi penanaman 2.145 hektare kopi, terdiri atas 50 hektare kebun inti dan 2.095 hektare kebun plasma.
Baca juga : PTPN I Siapkan Lahan 1.100 Hektare Tanam Kelapa di Sumut
Pada 2026, PTPN I menargetkan penanaman kelapa seluas 2.414 hektare kebun inti dan 7.000 hektare kebun plasma. Untuk kopi, ditargetkan 1.360 hektare kebun inti dan 6.450 hektare kebun plasma, sementara karet ditanam pada 300 hektare kebun inti, tanpa skema plasma.
Secara kumulatif hingga 2029, PTPN I menargetkan pembangunan kebun kelapa seluas 21.618 hektare, kopi 16.563 hektare, dan karet 7.376 hektare, yang seluruhnya menjadi fondasi penguatan produksi perkebunan nasional.
Khusus komoditas kelapa, perluasan lahan disiapkan sebagai basis bahan baku hilirisasi. Setelah tanaman memasuki masa produktif, perusahaan berencana membangun pabrik gula kelapa di Jawa Barat guna meningkatkan nilai tambah produk.
Baca juga : Pemprov DKI Gaspol Pembangunan Proyek MRT Ke Kota Tua
“Dengan basis produksi yang kuat, kami menyiapkan fondasi industri hilir agar Indonesia tidak lagi sekadar menjadi eksportir bahan mentah,” kata Teddy.
Ia menegaskan, sinergi antara kebun inti dan plasma menjadi kunci transformasi PTPN I Regional 2. Pengelolaan yang profesional dan modern diharapkan mampu menjaga konsistensi produksi jangka panjang sekaligus mendukung cita-cita kemandirian ekonomi nasional melalui hilirisasi berdaya saing global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya