Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Akses Air Bersih Warga Aceh Dikebut, Pemerintah Tambah 57 Titik Sumur Bor
Selasa, 13 Januari 2026 21:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah terus mempercepat pemulihan layanan dasar di Aceh pascabencana, salah satunya dengan memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat terdampak melalui pembangunan sumur bor di sejumlah wilayah.
Melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Aceh menambah pembangunan 57 titik sumur bor yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota, antara lain Aceh Tamiang, Pidie Jaya, dan Bener Meriah. Sumur yang dibangun terdiri atas sumur dangkal dan sumur bor dalam, menyesuaikan kondisi geologis setempat.
Pekerjaan tersebut melengkapi penanganan 24 titik sumur bor yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I.
Progres pekerjaan di lapangan saat ini bervariasi. Sejumlah lokasi masih berada pada tahap persiapan dan mobilisasi peralatan, sebagian telah memasuki tahap pengeboran, sementara beberapa titik lainnya telah selesai dan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
Baca juga : Seskab: Sejak Detik Pertama Pemerintah Bergerak Tangani Banjir Sumatera
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendesak dalam penanganan pascabencana karena berdampak langsung pada kesehatan dan aktivitas warga.
“Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar, terutama air bersih. Fasilitas ibadah, layanan kesehatan, dan hunian sementara harus segera berfungsi normal agar warga dapat beraktivitas secara aman dan layak,” ujar Dody dalam keterangannya, Selasa (13/1).
Di Kabupaten Aceh Tamiang, lima sumur bor dangkal telah selesai dibangun dan digunakan masyarakat. Sumur tersebut berada di Polindes Meunasah Paya dan Puskesmas Manyak Payed di Kecamatan Manyak Payed, Puskesmas Karang Baru serta Masjid Babul Falah di Kecamatan Karang Baru, serta Masjid Baitul Amal di Kecamatan Sekerak.
Sementara itu, pembangunan sumur bor dalam di Aceh Tamiang masih berlanjut. Pengeboran terdalam tercatat di Puskesmas Bendahara dengan kedalaman 85 meter, disusul Puskesmas Rantau sedalam 65 meter. Di Desa Alur Manis, Kecamatan Rantau, pengeboran telah mencapai 35 meter.
Baca juga : Cegah Banjir Susulan, Pemerintah Lakukan Modifikasi Cuaca di Sumatera
Adapun di Kecamatan Kota Kuala Simpang, sumur bor di Puskesmas Kuala Simpang telah mencapai kedalaman 45 meter, sedangkan sumur bor di Desa Kota Lintang telah selesai dan dimanfaatkan masyarakat. Di Kecamatan Karang Baru, pengeboran sumur bor dalam di Puskesmas Karang Baru telah mencapai 47 meter, sementara di Kantor Datok Alur Bemban pekerjaan baru dimulai dengan kedalaman awal 6 meter setelah dilakukan survei geolistrik.
Pekerjaan serupa juga berlangsung di Kecamatan Kejuruan Muda. Di Puskesmas Kejuruan Muda, pembangunan sumur dangkal dan sumur bor dalam masih dalam tahap mobilisasi peralatan. Sementara di Kantor Datok Kampung Suka Makmur, sumur bor dalam telah rampung dan siap dimanfaatkan, sedangkan sumur dangkal masih menunggu mobilisasi alat.
Di Kabupaten Pidie Jaya, sejumlah sumur bor dangkal telah selesai dan digunakan masyarakat, antara lain di Huntara 1 Kompleks Dinas Perhubungan Pidie Jaya Kecamatan Meurah Dua, Meunasah Gampong Dayah Kruet Kecamatan Meurah Dua, Meunasah Gantung Kecamatan Meureudu, Meunasah Gampong Beurawang Kecamatan Meureudu, serta Meunasah Cut Kecamatan Meureudu.
Untuk sumur bor dalam di Pidie Jaya, pekerjaan masih berlangsung di Huntara 2 Kecamatan Meurah Dua dengan kedalaman 14 meter, Meunasah Gampong Seunong Kecamatan Meurah Dua sedalam 35 meter, serta Kompleks Dinas Perpustakaan dan Arsip Pidie Jaya yang telah mencapai kedalaman 27 meter.
Baca juga : Pemerintah Mulai Realisasikan Hunian Sementara di Sumatera Barat
Sementara di Kabupaten Bener Meriah, pembangunan sumur bor dalam menghadapi tantangan kondisi geografis dan teknis. Pengeboran aktif dilakukan di Huntara Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, dengan kedalaman 32 meter, serta di Dusun Sejahtera, Kecamatan Pintu Rime Gayo, yang telah mencapai 22 meter.
Di sejumlah lokasi lain, seperti Desa Teritit dan Blang Paku di Kecamatan Wih Pesam, Desa Bintang Bener di Kecamatan Bener Kelipah, Desa Pemangko dan Jelobok di Kecamatan Permata, serta Desa Bukit Wih Ilang dan Paya Rungkel di Kecamatan Bandar, pekerjaan masih berada pada tahap survei dan kajian geolistrik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya