Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Hasil Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap layanan transportasi pada masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) menunjukkan tingkat kepuasan publik yang sangat tinggi, dengan skor mencapai 87,43 dari 100 atau masuk kategori “Sangat Puas”.
Survei tersebut dilakukan Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (Pustral UGM) terhadap 9.999 responden di 26 provinsi terpilih. Sebanyak 90,9 persen responden memberikan penilaian positif, terdiri atas 43,9 persen menyatakan “Puas” dan 47,0 persen “Sangat Puas”.
Ketua Tim Kajian Survei Pustral UGM Prof. Dr. Eng. Ir. M. Zudhy Irawan, S.T., M.T. mengatakan survei memotret persepsi masyarakat pada periode 24–30 Desember 2025 terhadap enam kelompok moda transportasi, yakni angkutan umum jalan, udara, kereta api, laut, angkutan pribadi, serta angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (ASDP).
“Survei dilakukan di 188 simpul transportasi, meliputi rest area, terminal, pelabuhan, stasiun, hingga bandara, dengan metode stratified multistage sampling dan margin of error 2,5 persen,” kata Zudhy saat memaparkan hasil kajian di Sekolah Pascasarjana UGM, Selasa (6/1).
Baca juga : Pelindo Multi Terminal Pastikan Layanan Pelabuhan Tetap Optimal Selama Libur Nataru
Ia menjelaskan, terdapat empat aspek utama yang menjadi indikator penilaian masyarakat, yakni prasarana, sarana, manajemen transportasi, serta kebijakan pemerintah selama periode libur Nataru.
“Hasil ini mencerminkan koordinasi intensif lintas instansi dalam memastikan kelancaran arus Nataru. Fokus pada manajemen transportasi dan penguatan prasarana terbukti meningkatkan kepercayaan publik,” ujarnya.
Berdasarkan analisis survei, pergerakan masyarakat selama Nataru 2025/2026 juga diperkirakan memberikan dampak ekonomi sebesar Rp40,29 triliun. Dampak tersebut terdiri atas Rp20,32 triliun dari sektor transportasi dan Rp19,98 triliun dari sektor nontransportasi.
Potensi dampak ekonomi tersebut sejalan dengan jumlah pelaku perjalanan Nataru 2025/2026 yang diperkirakan Kementerian Perhubungan mencapai 119,5 juta orang.
Baca juga : Kapolri Minta Layanan 110 Lebih Responsif Layani Aduan Warga
Tim kajian Pustral UGM juga menyampaikan sejumlah rekomendasi perbaikan pada masing-masing moda transportasi, antara lain peningkatan kualitas armada dan terminal angkutan umum jalan, evaluasi harga tiket dan penanganan keterlambatan penerbangan, penyesuaian kapasitas dan diskon kereta api, hingga penguatan sistem reservasi digital pada layanan penyeberangan.
Menanggapi hasil survei tersebut, Direktur Lalu Lintas Angkutan Kementerian Perhubungan Rudi Irawan mengatakan penyelenggaraan transportasi Nataru dilakukan melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan dengan mengutamakan aspek keselamatan.
“Hasil IKM ini menjadi dasar evaluasi dan perbaikan kebijakan di Kementerian Perhubungan agar kualitas layanan transportasi terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya,” kata Rudi.
Pemerhati transportasi Darmaningtyas menilai tingginya tingkat kepuasan masyarakat menunjukkan kesiapan pemerintah dalam pelayanan transportasi Nataru, meskipun terdapat faktor eksternal seperti cuaca dan berdekatan dengan momentum hari besar lainnya.
Baca juga : ASDP Perkuat Kesiapan Layanan Arus Balik Nataru
Sementara itu, Guru Besar Transportasi UGM Prof. Danang Parikesit menilai survei kepuasan perlu distandarkan secara metodologis agar dapat dibandingkan antarperiode, serta dikombinasikan dengan analisis kinerja objektif untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih komprehensif.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya