Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Boleh Pakai Dana BOS Bersihkan Lumpur Banjir Di Sekolah? Ini Kata Mendikdasmen
Kamis, 15 Januari 2026 14:46 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti mengatakan, penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) diperbolehkan untuk membiayai pembersihan material lumpur pascabencana di sekolah-sekolah terdampak banjir.
Hal ini menanggapi langkah diskresi dari salah satu sekolah di Aceh Tamiang yang menggunakan dana BOS untuk mempercepat normalisasi fasilitas pendidikan yang sempat lumpuh total akibat banjir besar.
Abdul Mu’ti menilai pengalokasian dana BOS dalam situasi bencana bukan merupakan suatu pelanggaran, asalkan tujuannya jelas untuk memastikan roda pendidikan kembali berputar dalam masa pemulihan.
Baca juga : Andalkan Serokan dan Gerobak, TNI Bersihkan Lumpur Tebal di Sekolah Aceh Tamiang
Menurutnya, fleksibilitas anggaran sangat diperlukan agar sekolah tidak terhambat oleh kendala biaya pembersihan dalam situasi darurat.
"Tidak masalah karena peruntukan jelas, mendukung operasional dalam keadaan darurat. Yang penting harus ada laporan pertanggungjawaban," kata Abdul Mu’ti lewat pesan WhatsApp, kepada RM.id belum lama ini.
Selain kebijakan anggaran, pemerintah juga telah menyiapkan skema kurikulum darurat agar hak pendidikan siswa tetap terpenuhi di tengah proses pemulihan infrastruktur.
Baca juga : BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir Di Kabupaten Agam
Mendikdasmen juga meminta pihak sekolah di Aceh Tamiang agar tidak kaku terhadap aturan administratif, seperti pemakaian seragam bagi siswa yang pakaiannya hilang terbawa arus.
"Yang penting mereka sekolah walaupun tidak pakai seragam," tegas Mu'ti.
Langkah diskresi penggunaan dana BOS ini sebelumnya sempat dilakukan di SMA Negeri 4 Kejuruan Muda, Aceh Tamiang. Kepala sekolah setempat, Saiful, mengaku terpaksa mengambil kebijakan berani tersebut lantaran kondisi ekonomi orang tua murid dan para guru yang sama-sama menjadi korban terdampak banjir sehingga tidak memungkinkan dilakukan iuran swadaya.
Baca juga : Siswi Berhijab Ini Menemukan Rumah Baru di Sekolah Rakyat Kupang
"Jangankan sekolah, keluarga sendiri pun mereka sudah tidak sanggup pikirkan, apalagi anak-anak (siswa). Maka itu kebijakan saya lah, yang penting sekolah bisa bersih, anak-anak bisa cepat belajar," ungkap Saiful.
Meskipun menyadari potensi persoalan administratif di masa mendatang, ia menegaskan bahwa normalisasi bangunan sekolah adalah prioritas utama agar aktivitas belajar-mengajar semester genap dapat dimulai tepat waktu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya