Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
IHSG Tembus Rekor Tertinggi 9.095, Ekonom: Sinyal Ekonomi RI Kian Perkasa
Kamis, 15 Januari 2026 16:54 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Industri pasar modal Indonesia kembali menorehkan tinta emas di awal tahun 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses menembus rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) dengan menyentuh level 9.095 tak lama setelah pembukaan perdagangan, Kamis (15/1).
Fenomena reli ini dinilai bukan sekadar pergerakan teknikal semata, melainkan sinyal kuat akan optimisme pelaku pasar terhadap prospek ekonomi nasional.
Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menyebut pencapaian ini sebagai bukti bahwa pasar sedang membangun ekspektasi positif terhadap perbaikan ekonomi yang berkelanjutan.
Baca juga : IHSG Dekati 9.000, Ekonomi Cerah Di Awal Tahun
"Pencapaian IHSG di level tertinggi sepanjang masa adalah refleksi dari harapan bahwa fase perbaikan ekonomi sedang berlangsung. Pasar keuangan selalu bergerak mendahului ekonomi riil (leading indicator)," ujar Fakhrul.
Fakhrul menekankan bahwa keyakinan investor saat ini sangat dipengaruhi oleh narasi kebijakan pemerintah yang pro-pertumbuhan. Namun, ia mengingatkan pentingnya konsistensi dari otoritas terkait.
Sinergi antara Kementerian Keuangan (fiskal) dan Bank Indonesia (moneter) menjadi kunci untuk menjaga momentum ini. "Selama arah perbaikan ekonomi dikomunikasikan secara kredibel, pasar memiliki ruang untuk tetap konstruktif," tambahnya.
Waspada Aksi Ambil Untung
Baca juga : IHSG Cetak Rekor Tertinggi, Tembus Level 8.778 Di Awal Pekan
Senada dengan optimisme tersebut, Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji Gusta, mengonfirmasi bahwa secara teknikal IHSG memang berada dalam jalur pendakian (uptrend) yang solid.
Kendati demikian, Nafan memberikan catatan bagi para investor untuk tetap rasional dan tidak terbawa euforia berlebihan. Indikator teknikal mulai memperlihatkan sinyal jenuh beli (overbought), yang biasanya diikuti oleh koreksi wajar jangka pendek.
"Indikator sudah menunjukkan overbought, sehingga perlu mewaspadai adanya potensi aksi profit taking atau ambil untung dalam jangka pendek," jelas Nafan.
Baca juga : Purbaya Pede Akhir Tahun Ekonomi RI Tancap Gas
Dari sisi fundamental makroekonomi, daya tarik pasar domestik tetap terjaga di tengah sentimen global yang beragam, termasuk fluktuasi data ekonomi AS dan kenaikan harga komoditas emas. Kesiapan pemerintah dalam mengeksekusi paket kebijakan ekonomi dan program prioritas dinilai menjadi katalis positif. Hal ini sejalan dengan target ambisius pemerintah yang mematok pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen dalam asumsi makro APBN 2026.
Kombinasi antara fundamental ekonomi yang membaik dan antusiasme pasar modal ini diharapkan dapat terus berlanjut, membawa IHSG mencetak rekor-rekor baru lainnya sepanjang tahun ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya