Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- BPDP Perkuat Sinergi Pemkab untuk Percepat Program Perkebunan Rakyat
- Marc Klok dan Beckham Berjaya di Kompetisi Asia
- Persija Langsung Hadapi Borneo dan Persib di 2 Laga Awal
- Jaksa Siapkan 303 Saksi di Kasus Kuota Haji, Vonis Yaqut Desember 2026
- BNN Dorong Ketamin Masuk Narkotika Usai Sita 800 Kg di Natuna
Basarnas Sisir Lokasi Terakhir Pesawat ATR, Masyarakat Diminta Tak Sebar Hoaks
Sabtu, 17 Januari 2026 22:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, meminta masyarakat untuk tetap tenang menanggapi simpang siur informasi hilangnya pesawat ATR 42-500.
Andi Sudirman mengimbau warga agar tidak berspekulasi dan hanya merujuk pada keterangan resmi otoritas terkait.
Hingga Sabtu (17/1/2026) sore, tim SAR gabungan masih berjibaku melakukan penyisiran intensif di lokasi yang diduga menjadi titik terakhir kontak pesawat. Gubernur Sulsel mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mendoakan proses pencarian ini agar segera membuahkan hasil.
Baca juga : Masdalina Pane: Masyarakat Diminta Serius Jaga Imunitas
"Ada penemuan serpihan sebagai petunjuk dalam pencarian dari warga, tapi kita tetap menunggu informasi resmi dari tim SAR. Harap semua bersabar," ujar Andi Sudirman di Makassar, dilansir ANTARA Sabtu (17/1).
Andi Sudirman memastikan Pemerintah Provinsi Sulsel telah bergerak cepat memberikan dukungan penuh. Ia telah berkoordinasi langsung dengan Pangdam, Kapolda, dan Basarnas untuk mengerahkan seluruh sumber daya yang ada.
Bahkan, tiga unit ambulans lengkap dengan tenaga kesehatan telah disiagakan untuk bergerak cepat ke lokasi. Namun, ia mengakui bahwa upaya evakuasi dan pencarian ini menemui hambatan serius di lapangan.
Baca juga : Pengungsi Dapat Makanan Bergizi, Ekonomi Berputar
"Helikopter pencarian dan tim darat sudah menuju ke lokasi indikatif, namun masih terkendala medan yang berat dan kondisi cuaca,” jelasnya.
Kondisi geografis yang didominasi pegunungan serta cuaca berkabut tebal menjadi tantangan utama bagi tim SAR.
Pihak Basarnas pun meminta publik untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi demi menghindari kepanikan di tengah keluarga korban dan masyarakat luas.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya