Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Hilang Kontak Di Wilayah Maros, Pesawat ATR 42-500 Angkut 11 Orang
Minggu, 18 Januari 2026 07:55 WIB
Sebelumnya
Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko mengatakan, prajurit telah digerakkan setelah menerima informasi dari warga.
“Mudah-mudahan ini lokasi jatuhnya, sesuai dengan laporan warga yang sebelumnya mendengar suara ledakan,” ujarnya.
Bangun memaparkan, lima satuan setingkat kompi (SSK) telah diterjunkan untuk menyisir wilayah tersebut. Kodam juga berkoordinasi dengan Pangkostrad untuk meminjam satu SSK tambahan.
Baca juga : Banjir Seminggu, Warga Pati Cari Makan Pake Perahu
“Tim pascabencana yang semula 30 orang juga telah ditambah menjadi sekitar 60 personel,” tambahnya.
Helikopter Caracal TNI AU turut dikerahkan untuk memastikan temuan titik api yang diduga merupakan bekas ledakan pesawat. Temuan tersebut diperkuat dengan kesaksian warga setempat yang mendengar suara ledakan.
Selain itu, warga juga melihat dari jarak jauh adanya tanda api di sekitar pegunungan.
Baca juga : Gelar Istighosah Di Pandeglang, PSI Banten Ajak Warga Doakan Korban Bencana
“Sepertinya seperti itu (pesawat meledak), tetapi kita akan pastikan terlebih dahulu sampai tim darat maupun helikopter Caracal dapat memastikan apakah itu lokasi yang tepat atau bukan,” kata Bangun.
Pihaknya masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari hasil pemantauan helikopter Caracal. Ia memastikan seluruh personel gabungan terus bergerak melakukan pencarian sembari mempersiapkan langkah evakuasi.
“Untuk Kodam, kami sudah menyiapkan lima SSK lengkap, mulai dari tim kesehatan, komunikasi, hingga tim topografi. Kami juga akan mengerahkan banyak drone dalam rangka pencarian ini,” pungkasnya.
Disewa KKP
Baca juga : Dideklarasikan Di JCC, Partai Gema Bangsa Dukung Prabowo Nyapres Di 2029
Kepala Kantor Basarnas Makassar, M. Arif, mengatakan pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, merupakan pesawat patroli maritim yang disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Pesawat jenis ATR tersebut biasa digunakan oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) KKP untuk patroli maritim. Patroli ini bertujuan meningkatkan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan. Pesawat ini dipilih karena kemampuan terbang rendah serta jangkauan luas untuk menjangkau wilayah perairan terpencil. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya