Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Rayakan HUT Ke-37
Yastroki Ingatkan Pentingnya Kebijakan Politik Pemerintah Sikapi Bencana Otak
Senin, 19 Januari 2026 09:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) mengingatkan ancaman kemanusiaan berupa bencana otak atau serangan stroke. Yastroki meminta Pemerintah memberlakukan kebijakan politik demi meminimalisir fenomena yang sangat memprihatinkan ini.
Ketua Umum Yastroki Mayjen (Purn). Dr. dr. Tugas Ratmono menyebut, stroke bukanlah penyakit. Jumlah korban dan kerugian dari tahun ke tahun terus meningkat.
Karenanya, kebijakan politik dibutuhkan. Yakni aturan yang mengharuskan semua rumah sakit memiliki fasilitas pertolongan, pengobatan, dan penanggulangan stroke.
Baca juga : Hadiri Puncak Natal Nasional, Prabowo Serukan Pentingnya Politik Damai
"Komitmen Yastroki sejak awal berdiri hingga ke depan terus meningkatkan kepedulian berbagai elemen masyarakat melalui kolaborasi demi pencegahan, penanggulangan serta pemulihan penderita," kata Tugas Ratmono falam peringatan HUT ke-37 Yastroki di Prodia Tower, Jalan Kramat Raya, Jakpus, Minggu (18/1/2026).
Selain terus merealisasikan program pembagian bantuan 1000 kursi roda, Yastroki juga terus menggerakkan aktivis berkompeten dalam pencegahan dan pertolongan. Targetnya, akan ada sejuta orang lingkungan RT/RW pedesaan serta perkotaan se-Indonesia.
"Caranya lewat pembentukan cabang Yastroki di berbagai daerah demi mewujudkan Indonesia ramah stroke," tambahnya.
Baca juga : Rayakan HUT Ke-65, Jasa Raharja Tegaskan Komitmen Pelayanan Cepat Dan Berempati
Dalam kesempatan yang sama, Yastroki memberikan sertifikat penghargaan kepada pimpinan Rumah Sakit (RS) yang dinilai memiliki pelayanan ramah stroke dalam bentuk pertolongan, pengobatan, dan pemulihan secara memadai bagi korban atau penderita.
Di antaranya yakni RSPAD Gatot Subroto, RSCM, RS PON, RS Islam Cempaka Putih, RS Primaya Bekasi Timur, RS Mandaya Kebon Jeruk, dan RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Yastroki mengajak masyarakat bersikap CERDIK untuk mencegah bencana stroke. CERDIK adalah kepanjangan dari C - cek kesehatan rutin, E - enyahkan asap rokok, R - rajin aktivitas fisik, D - diet seimbang, I - istirahat cukup, dan K - kelola stres.
Baca juga : China Minta AS Bebaskan Presiden Maduro: Stop Gulingkan Pemerintah Venezuela
Dipaparkan Yastroki, kasus stroke di Indonesia yang terus meningkat dan amat membebani perekonomian. BPJS Kesehatan pada tahun 2022 menghabiskan sekitar Rp 2,8 triliun untum klaim kasus stroke. Sementara pada tahun 2023 naik drastis hingga mencapai Rp 5,2 triliun.
"Jumlah sebanyak itu di luar beban ekonomi bagi rumah tangga yang anggota keluarganya korban stroke. Selain tidak produktif juga butuh biaya perawatan sehari-hari," jelasnya.
Selain itu, persentase penderita dari jumlah penduduk tahun 2013 sebanyak 7 persen per 1000 jiwa. Angka ini naik menjadi 10,9 persen pada tahun 2018 dan terus meningkat hingga kini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya