Dark/Light Mode

Pegawai SPPG Paseban Jelaskan Proses Masak: Bahan Baku MBG Dicek Ketat!

Senin, 19 Januari 2026 22:05 WIB
Tanti Suhermayani, pegawai SPPG Paseban, Jakarta Pusat. (Foto: Badan Komunikasi Pemerintah)
Tanti Suhermayani, pegawai SPPG Paseban, Jakarta Pusat. (Foto: Badan Komunikasi Pemerintah)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tanti Suhermayani (55 tahun), sudah tiga bulan bekerja di Pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Paseban, Jakarta Pusat. Awalnya, ia hanya mencuci ompreng atau wadah paket Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, kini ia mulai memasak dan kerap memerhatikan proses pembuatan MBG mulai dari persiapan bahan baku hingga distribusi.

Ia menjelaskan, semua bahan baku yang masuk ke dapur SPPG melalui proses pemeriksaan ketat sebelum diolah. Tanti menegaskan, standar kualitas menjadi perhatian utama sejak bahan pangan tiba di lokasi. 

“Begitu bahan baku datang, itu dicek dulu bagus atau nggak, segar atau enggak, layak dimasak atau tidak. Kalau memang sudah layak dan bagus, baru kami terima,” ujar Tanti, dalam wawancara “Sinergi Indonesia” yang ditayangkan di akun YouTube Badan Komunikasi Pemerintah, dikutip Senin (19/1/2026).

Baca juga : Megawati Pantau Pendidikan Anak Korban Banjir Aceh

Ia memaparkan, alur kerja di dapur MBG berjalan berlapis dan sistematis. Setelah bahan baku dinyatakan layak, proses dilanjutkan ke tahap pemotongan. Setelah itu, bahan yang sudah langsung dimasak, dibagi sesuai porsi, dan disusun ke dalam ompreng. 

“Selesai porsian, ompreng disusun sepuluh-sepuluh lalu langsung dikirim ke sekolah-sekolah,” katanya.

Tanti menerangkan, semua bekerja sesuai prosedur operasional standar atau SOP. Para pekerja di dapur memakai masker dan sarung tangan. Ia yakin SPPG Paseban menjalani proses pembuatan hingga distribusi MBG sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN).

Baca juga : OTT Pegawai DJP, KPK Pastikan Koordinasi dengan Kemenkeu

“Semua pakai masker, pakai alat kerja. Saya lihat sendiri karena terjun langsung, jadi nggak perlu diragukan,” tuturnya.

Pengalaman bekerja di SPPG Paseban juga membuat Tanti memahami langsung manfaat program MBG. Salah satu hal yang dirasakannya secara pribadi yaitu program MBG telah membuka lapangan kerja.

Tanti, yang sudah berusia di atas 50 tahun, mengaku begitu bersyukur bisa kerja di dapur SPPG Paseban. Prosesnya juga tak dipersulit. “Saya benar nggak percaya, nggak yakin gitu, kok saya bisa diterima. Sedangkan saya kan umur saya kan udah lebih 50 tahun,” kata dia. 

Baca juga : Royal Safari Garden Siap Rayakan Malam Tahun Baru Bernuansa Afrika

Selain itu, ia melihat antusiasme anak-anak sekolah saat menerima makanan bergizi. Anak hingga cucunya yang masih balita juga dapat MBG. “Saya senang lihat anak-anak makan di sekolah. Anak saya juga dapat MBG, senang banget,” ujar Tanti.

Bertalian dengan itu, Tanti pun kerap mengadvokasi soal MBG ke orang-orang terdekat, terutama ke orang tua yang menolak MBG karena isu soal keamanan makanan. Ia pun berharap program MBG terus berlanjut.

“Harapan saya semoga saja MBG dilanjutin terus. Yang saya rasakan itu seperti anugerah. Dari saya kenal, saya terjun di MBG. Anugerah, itu yang saya rasakan,” ucapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.