Dark/Light Mode

Minta Maaf Ke Rais Aam, Katib PBNU: Gus Yahya Tempuh Jalur Pleno Sore Ini

Kamis, 29 Januari 2026 09:03 WIB
Katib PBNU KH Ahmad Tajul Mafakhir. Foto: Ist
Katib PBNU KH Ahmad Tajul Mafakhir. Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya akhirnya bersedia menempuh jalur Rapat Pleno untuk pemulihan jabatannya. Langkah ini diambil Gus Yahya setelah mendapat teguran keras terkait penulisan nama Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar secara sepihak dalam undangan Harlah 100 Tahun NU.

Katib PBNU KH Ahmad Tajul Mafakhir menyebut kesediaan tersebut disampaikan Gus Yahya saat menghadap Rais Aam, Rabu sore. Tak hanya itu, Gus Yahya juga bersedia memenuhi syarat untuk membuat surat permintaan maaf.

Baca juga : Kapolri Minta Maaf Ke Publik, Janji Terus Berbenah Dan Terbuka Terhadap Kritik

"Beliau bersedia memenuhi syarat dengan terlebih dahulu membuat surat permintaan maaf kepada Rais Aam dan Syuriyah," ujar Gus Tajul dalam keterangannya, Kamis (29/1/2026).

Gus Tajul menceritakan, awalnya Gus Yahya sempat berargumen bahwa agenda Harlah 100 Tahun NU tidak bisa ditunda. Namun, Rais Aam tetap pada pendiriannya bahwa prosedur organisasi melalui Rapat Pleno adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.

Baca juga : Zulfa Mustofa Jadi Pj Ketum PBNU, Gus Yahya Melawan Lewat Jalur Hukum

"Itu sikap dasar beliau sejak awal. Tanpa Rapat Pleno baru, keputusan Rapat Pleno 9 Desember 2025 tidak dapat di-nasakh. Ibaratnya kalau dalam khazanah fikih, kondisi ini mirip qawl qadim dan qawl jadid dalam mazhab Syafi'i," jelasnya.

Rapat Pleno dijadwalkan bakal digelar secara "kilat" pada Kamis (29/1) sore ini. Percepatan agenda ini disebut sebagai bentuk kebijaksanaan Rais Aam agar kegaduhan di internal organisasi segera berakhir dan roda jam'iyah kembali normal.

Baca juga : Rais Aam Ambil Alih Kepemimpinan PBNU, Gus Yahya Rotasi Gus Ipul

"Ini adalah wujud kearifan Rais Aam selaku murobbi ruh Jam'iyah NU. Beliau mempertimbangkan kondisi umat dan kemaslahatan publik dengan kacamata welas asih beliau," pungkas Gus Tajul.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.