Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pakar Gizi: MBG dan Pendidikan Saling Menguatkan Bangun SDM Unggul
Kamis, 29 Januari 2026 17:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung tujuan pendidikan nasional sekaligus pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Intervensi gizi sejak dini, terutama pada kelompok rentan, dipandang sebagai fondasi penting untuk meningkatkan kapasitas belajar dan kualitas hidup masyarakat di masa depan.
Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA), Leni Sri Rahayu, mengatakan bahwa salah satu tujuan utama Program MBG adalah menyediakan makanan bergizi gratis sesuai kebutuhan kelompok sasaran. Khususnya kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, serta anak usia sekolah dan remaja.
“Program ini menyediakan satu kali makan utama, baik pagi maupun siang, dengan harapan dapat meningkatkan akses penerima manfaat terhadap makanan bergizi yang layak,” kata Leni, di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Menurutnya, jika pelaksanaan MBG mengikuti standar gizi yang telah ditetapkan, program ini berpotensi signifikan meningkatkan status gizi masyarakat. Namun demikian, ia menekankan pentingnya penguatan monitoring dan evaluasi (monev) secara berkelanjutan.
Dengan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terus bertambah, evaluasi pelaksanaan harus dipersiapkan dengan matang, mulai dari standar gizi hingga waktu distribusi. “Pengawasan tata kelola MBG harus terus diperkuat, apalagi dengan alokasi anggaran yang besar. Harus ada indikator keberhasilan yang jelas,” ujarnya.
Baca juga : Puluhan Warga Mulai Penuhi Posko Pengungsian Banjir Di Cengkareng
Leni menjelaskan, pemenuhan gizi yang optimal berperan besar dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk meningkatkan konsentrasi dan kapasitas belajar. Anak dengan status gizi baik, kata dia, memiliki kesiapan fisik dan kognitif yang lebih optimal untuk mengikuti proses pembelajaran di sekolah.
“Jika dilihat dari tujuan dan dampaknya, program MBG tidak bertentangan dengan tujuan pendidikan. Justru saling menguatkan. Keduanya bertujuan mengoptimalkan kapasitas individu agar mampu belajar secara optimal dan hidup mandiri di masa depan,” ujar pengurus Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Ahli Gizi Indonesia (DPD PERGIZI PANGAN) Jakarta itu.
Ia juga menyoroti pentingnya pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode ini disebut sebagai masa emas perkembangan otak, di mana asupan gizi berperan penting dalam pembentukan struktur dan fungsi otak.
“Kekurangan gizi pada 1.000 HPK berkaitan dengan rendahnya kemampuan kognitif dan perkembangan motorik ketika anak memasuki usia sekolah,” jelasnya.
Berbagai penelitian, lanjut Leni, menunjukkan anak yang mengalami kekurangan gizi cenderung memiliki konsentrasi belajar rendah dan prestasi akademik yang tidak optimal. Kondisi tersebut diperparah jika terjadi stunting atau gizi buruk kronis akibat kekurangan asupan gizi jangka panjang dan infeksi berulang.
Baca juga : Isra Mi'raj dan Pendidikan Karakter: Pesan Mendikdasmen untuk Generasi Unggul
“Gangguan gizi pada dua tahun pertama kehidupan sangat krusial. Dampaknya bisa permanen, bukan hanya pada kesehatan, tetapi juga kemampuan kognitif dan belajar anak,” tegasnya.
Leni mengutip laporan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) yang menyebutkan anak dengan stunting memiliki skor Intelligence Quotient (IQ) sekitar 11 poin lebih rendah dibandingkan anak dengan status gizi normal. Hal ini berimplikasi langsung terhadap prestasi belajar dan kualitas hasil pendidikan.
“Jika masalah gizi buruk dan stunting tidak ditangani serius, ini bisa mengganggu sistem pendidikan nasional dan menghambat peningkatan kualitas SDM secara keseluruhan,” katanya.
Menurut Leni, pemenuhan gizi memberikan dampak jangka pendek dan jangka panjang. Dalam jangka pendek, gizi meningkatkan daya tahan tubuh, konsentrasi, dan kesiapan belajar. Namun dalam jangka panjang, gizi menjadi penentu utama kualitas SDM secara berkelanjutan.
“Anak dengan status gizi baik memiliki kapasitas kognitif dan potensi belajar lebih tinggi, sehingga mampu mencapai prestasi yang lebih baik. Ini salah satu determinan utama pembentukan SDM berkualitas,” ujarnya.
Baca juga : Prajurit: Jembatan Berhasil Dibangun, Kami Bukan Bangga Tapi Tenang
Ia menambahkan, SDM dengan prestasi belajar yang baik memiliki peluang lebih besar untuk mandiri, mengembangkan keterampilan, serta bersaing di dunia kerja dan masyarakat. Karena itu, pemenuhan gizi harus dipandang sebagai investasi strategis jangka panjang bagi daya saing bangsa.
Dalam konteks kebijakan ketenagakerjaan, Leni menilai kemudahan pengangkatan karyawan SPPG sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dapat dipertimbangkan sebagai bentuk pengakuan kontribusi mereka dalam mendukung keberlangsungan Program MBG.
Namun, ia menekankan kebijakan tersebut tetap harus mengacu pada regulasi dan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku agar prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel tetap terjaga.
“Kebijakan pengangkatan karyawan SPPG sebagai PPPK perlu mengikuti ketentuan yang ada, sehingga akuntabilitas tetap terjaga,” ujarnya.
Meski demikian, Leni menegaskan peningkatan kualitas SDM tidak dapat dicapai hanya melalui intervensi gizi semata. Penguatan sektor pendidikan harus berjalan seiring dan saling melengkapi. Sinergi antara intervensi gizi dan penguatan sistem pendidikan adalah kunci untuk mewujudkan pembangunan SDM Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya