Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Isra Mi'raj dan Pendidikan Karakter: Pesan Mendikdasmen untuk Generasi Unggul
Rabu, 21 Januari 2026 09:09 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kesabaran, kedermawanan, dan konsistensi dalam melaksanakan salat menjadi nilai utama yang harus diteladani dari peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Nilai-nilai itulah yang mengantarkan umat menuju kemenangan dan kejayaan.
Pesan tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, saat memberikan sambutan dalam peringatan Isra Mi-raj Nabi Muhammad SAW, di Masjid At-Thalibin, Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (19/1/2026). Peringatan tersebut mengusung tema “Isra Mi'raj Momentum Pembentukan Karakter Unggul” dengan penceramah Ustadz Das’ad Latif.
“Saya tidak akan memberikan tausiah. Singkat saja, karena yang inti nanti Ustadz Das’ad Latif yang akan memberikan uraian hikmah peringatan Isra Mi'raj,” ujar Mu’ti, mengawali sambutannya.
Mu’ti menjelaskan, Isra Mi'raj merupakan peristiwa sangat penting dalam sejarah perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan risalah Islam. Peristiwa itu terjadi ketika Nabi Muhammad berada dalam kondisi sangat berat secara batin.
“Beberapa ahli menyebutkan Isra Mi'raj terjadi pada tahun ke-11 setelah kenabian, setahun setelah Rasulullah ditinggal wafat dua orang yang sangat beliau cintai dan berperan besar dalam mendukung dakwah,” tuturnya.
Baca juga : Partai Perindo Salurkan Sembako Dan Tenda Untuk Korban Banjir Di Aceh Tamiang
Mu’ti mengisahkan, Rasulullah kehilangan Abu Thalib, paman yang selama ini melindungi dan membelanya, serta Siti Khadijah, istri tercinta yang setia mendampingi perjuangan dakwah dengan seluruh jiwa dan hartanya.
“Dua orang yang Nabi cintai itu wafat pada tahun ke-10 setelah kenabian. Karena itu, dalam sejarah disebut sebagai ‘amul huzni’ atau tahun dukacita,” kata Mu’ti.
Satu tahun setelah peristiwa Isra Mi'raj, lanjut Mu’ti, Rasulullah diperintahkan untuk berhijrah dari Makkah ke Yastrib (Madinah). Hijrah itu bukan perkara mudah karena penuh ancaman, namun Rasulullah tetap kukuh menjalankannya.
“Dari rekonstruksi sejarah ini, kita memahami bahwa Rasulullah mendapatkan kekuatan spiritual luar biasa setelah Isra Mi'raj. Di sanalah beliau menerima wahyu kewajiban melaksanakan shalat,” jelasnya.
Mu’ti kemudian menekankan kuatnya keterkaitan antara shalat dan kesabaran. Ia mengutip Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 153: “Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar”.
Baca juga : Transformasi Pendidikan Vokasi PKPLK, Mendikdasmen Tekankan Integritas 2026
Selain itu, shalat juga erat kaitannya dengan zakat dan infak. Hal tersebut disebutkan dalam Surah Ibrahim ayat 31, yang memerintahkan orang beriman untuk menegakkan shalat dan menafkahkan sebagian rezeki secara sembunyi maupun terang-terangan.
“Karena itu, salat selalu dikaitkan dengan kedermawanan. Orang yang rajin salat biasanya juga ringan tangan untuk berderma,” ujar Mu’ti.
Ia menambahkan, salat juga berkaitan langsung dengan kemenangan. Mengutip Surah Al-Mu’minun ayat 1–2, Mu’ti menyebut kemenangan diberikan kepada orang-orang beriman yang khusyuk dalam salatnya.
“Saya hanya menyampaikan tiga hal itu secara ringkas dan tidak lucu. Biar nanti yang lucu Ustadz Das’ad Latif,” selorohnya, yang disambut tawa jemaah.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti yang didampingi Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, serta Fajar Riza Ul Haq, juga menyerahkan beasiswa semester genap Tahun Pelajaran 2025–2026 kepada 30 siswa putra-putri karyawan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Baca juga : Industri Dukung Penunjukan Balai Pengujian Kemenperin Untuk SNI Impor
Menutup sambutannya, Mu’ti berpesan agar pendidikan melahirkan generasi unggul yang tekun, sabar, dan taat melaksanakan salat. Ia mengutip Surah Thaha ayat 132: “Dan perintahkanlah kepada keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dalam mengerjakannya”.
“Dalam bahasa lain, itulah generasi beriman dan bertakwa sebagai salah satu tujuan pendidikan nasional,” pungkas Mu’ti.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya