Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Minta Maaf Ke Rais Aam, Gus Yahya Dipulihkan Sebagai Ketum PBNU
Jumat, 30 Januari 2026 07:30 WIB
Sebelumnya
Dalam aspek tata kelola, PBNU sepakat meninjau kembali seluruh surat keputusan di tingkat PWNU, PCNU, maupun SK lainnya yang diterbitkan tanpa tanda tangan lengkap Rais Aam, Katib Aam, Ketua Umum, dan Sekretaris Jenderal. “Termasuk memperbaiki tata kelola keuangan dan sumber daya PBNU sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas, serta memulihkan sistem Digdaya persuratan PBNU seperti kondisi sebelum 23 November 2025,” ujar Kiai Miftach.
Rapat pleno juga menegaskan komitmen PBNU untuk melakukan pembenahan menyeluruh dalam aspek administrasi, digitalisasi, dan keuangan agar organisasi berjalan lebih tertib dan profesional.
Terkait agenda organisasi, PBNU menetapkan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU akan digelar pada bulan Syawal 1447 H atau April 2026. Sementara Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada Juli atau Agustus 2026.
Baca juga : OSO: 1 Suara Pun Tak Boleh Hilang
Katib Aam Syuriyah PBNU Mohammad Nuh menyebut percepatan Munas dan Konbes merupakan tindak lanjut rapat pleno, sekaligus menjawab aspirasi pengurus wilayah dan cabang.
“Insya Allah Munas dan Konbes akan digelar bulan Syawal. Ini penting untuk menyiapkan materi strategis menjelang Muktamar,” kata Nuh.
Salah satu agenda utama Munas dan Konbes adalah mengembalikan periodesasi Muktamar NU ke jadwal semula, setelah sebelumnya mengalami keterlambatan akibat pandemi Covid-19. “Terkait lokasi dan tanggal persis Muktamar akan diputuskan melalui Munas dan Konbes, namun diperkirakan Juli atau Agustus,” ujarnya.
Baca juga : Eks Stafsus Menteri Agama Dicecar Soal Kerugian Negara
Sementara itu, agenda terdekat PBNU adalah peringatan Hari Lahir (Harlah) NU ke-100 Masehi yang akan digelar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Ketua PBNU Rumadi Ahmad mengatakan, peringatan harlah akan dilaksanakan tepat pada tanggal berdirinya NU, 31 Januari. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir dan memberikan pengarahan. “Selain sambutan Presiden, Ketua Umum PBNU Gus Yahya akan menyampaikan sambutan, sementara taujihat disampaikan Rais Aam,” kata Rumadi.
Rangkaian acara dimulai sejak pukul 06.00 WIB dengan istighotsah kubro, mahallul qiyam, dan doa bersama, dilanjutkan Rapat Akbar yang diikuti seluruh elemen NU.
Baca juga : Gubernur Aceh Dijamu Seskab, Ngobrol Sampai Tengah Malam
Setelah itu, PBNU juga akan menggelar penggalangan donasi untuk membantu penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya