Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kualitas Perdagangan Bursa Diperbaiki, Tukang Goreng Saham Mestinya Ditertibkan
Sabtu, 31 Januari 2026 07:45 WIB
Sebelumnya
“Kalau yang jatuh bursa saham-saham gorengan, kan saya sudah ingatkan dari dulu, bersihkan bursa dari saham gorengan. Toh yang besar-besar masih ada, saham-saham blue chip,” kata Purbaya.
Purbaya menyarankan investor mengalihkan portofolio ke saham-saham berkapitalisasi besar atau blue chip karena mencerminkan kekokohan ekonomi nasional. Ia juga menyebut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menindaklanjuti sejumlah catatan dan kekurangan yang disampaikan MSCI terkait pasar modal Indonesia.
Lebih lanjut, ia menilai penghentian perdagangan (trading halt) akibat penilaian MSCI hanya bersifat sementara. Pasalnya, fondasi ekonomi Indonesia dinilai kuat dan memiliki prospek pertumbuhan yang lebih cepat ke depan.
Baca juga : Diperiksa KPK Sebagai Tersangka, Yaqut Banyak Diam
“Ini mungkin orang shock akan possibility atau pasar kita dianggap frontier market level. Namun, saya yakin tidak akan turun ke sana karena fondasi kita bagus,” jelas Purbaya.
Sementara itu, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir menilai polemik saham gorengan bukan semata karena permainan pelaku pasar, melainkan lemahnya regulasi.
Menurut Pandu, pelaku pasar hanya beroperasi dalam mekanisme yang tersedia. Menurutnya, pergerakan saham apa pun merupakan bagian dari dinamika pasar yang wajar selama berlangsung dalam koridor aturan yang berlaku. “Bahasa saya: never hate the player, hate the game,” tandas Pandu.
Baca juga : Usut Kasus Pemerasan RPTKA, KPK Panggil Eks Menaker
Pandu menegaskan pasar modal merupakan sarana tercepat bagi investor untuk mengekspresikan kepercayaan terhadap kondisi ekonomi. Ia menyebut investor domestik saat ini menjadi kontributor terbesar terhadap volume transaksi di pasar modal Indonesia.
Di sisi lain, Polri menjemput bola dengan mendalami dugaan unsur pidana dalam praktik saham gorengan. Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Ade Safri Simanjuntak menyatakan sejumlah perkara terkait manipulasi saham telah ditangani hingga tahap penuntutan.
“Beberapa perkara sudah menjadi konsen penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri, bahkan sudah P21 dan sedang bergulir di persidangan,” ucap Ade Safri. Ia menegaskan penyidikan akan dilakukan secara profesional.
Baca juga : Lantik DPD Dan DPC Secara Serentak, Hanura Sulteng Siap Hadapi Kontestasi
Terpisah, Pengamat Keuangan Ibrahim Assuaibi menyoroti praktik saham gorengan yang kerap mengalami lonjakan harga tidak wajar. Menurutnya, fenomena ini menjadi salah satu faktor yang merusak kepercayaan investor, terutama investor institusi global. Praktik saham gorengan mestinya ditertibkan.
“Jangan cuma bakar uang, lalu laporan keuangannya kelihatan bagus, kemudian masuk bursa. Pada akhirnya apa? Saham-saham ini menjadi objek gorengan, dan itu yang sangat dihindari oleh investor global,” pungkas Ibrahim. [UMM/DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya