Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Diplomat Senior Al Busyra Basnur Berbagi Tips Public Speaking Di Unisba Blitar
Rabu, 4 Februari 2026 12:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pimpinan dan staf perguruan tinggi kini dituntut punya skill lebih. Tak cuma soal administrasi, kemampuan bicara di depan publik (public speaking), kepemimpinan, hingga keprotokolan kini jadi syarat mutlak bagi tenaga pendidik.
Hal itu ditekankan oleh Founder Basnur Academy sekaligus mantan Dubes RI untuk Ethiopia, Al Busyra Basnur. Menurutnya, lembaga pendidikan tinggi punya peran besar dalam mencari solusi atas dinamika nasional maupun internasional.
Baca juga : Perkuat Transformasi Berbasis Data, PPM Consulting Semakin Dipercaya Mitra
"Cara kita berbicara mencerminkan cara berpikir dan sikap lembaga yang kita wakili," ujar Al Busyra di acara penguatan tenaga didik Universitas Islam Balitar (Unisba) di Blitar, Selasa (3/2/2026).
Dubes yang pernah bertugas di Houston, AS ini menyebut komunikasi yang santun dan beretika adalah modal membangun kepercayaan publik. Pelayanan publik pun harus memenuhi unsur ramah, cepat, tepat, dan bertanggung jawab.
Baca juga : Bersama Slank, Bos HS Salurkan Bantuan Bagi Mahasiswa Sumatera Di Semarang
Bagi Al Busyra, keberhasilan institusi tidak hanya ditentukan oleh kecakapan teknis semata. Kecerdasan emosional dan kemampuan membangun jejaring juga punya peran yang sangat krusial.
Sementara itu, Rektor Unisba Blitar, Dr. Soebiantoro, menyebut tenaga kependidikan adalah garda terdepan institusi. Mereka adalah "wajah" kampus di mata mahasiswa dan masyarakat luas.
Baca juga : Elnusa Pastikan Energi Tetap Mengalir di Tengah Bencana
"Tenaga kependidikan tidak hanya bekerja di balik meja administrasi," kata Soebiantoro dalam sambutannya. Ia ingin semua staf profesional, mulai dari menyambut tamu hingga berkoordinasi dengan mitra.
Kegiatan ini diikuti oleh 80 peserta yang terdiri dari Rektorat, Dekan, hingga staf struktural. Tujuannya, untuk membangun citra kampus yang lebih tertib, profesional, dan berwibawa.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya