Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ikhtiar Membangun Bangsa, Gerindra Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya
Jumat, 13 Februari 2026 06:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Partai Gerindra mendukung pembangunan ekonomi kreatif berbasis budaya sebagai ikhtiar membangun bangsa. Kampung-kampung ekonomi di daerah perlu didorong untuk terus tumbuh, berkembang dan maju.
Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mendukung pembangunan ekonomi kreatif berbasis budaya sebagai ikhtiar membangun bangsa. Dia mendorong kampung-kampung ekonomi di daerah untuk terus tumbuh, berkembang dan maju.
“Kami sangat senang melihat ada kampung-kampung ekonomi kreatif seperti Kampung Batik Okra ini di Surabaya," kata Saras ketika mengunjungi Kampung Batik Okra di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (12/2/2026).
Saras menjelaskan, Kampung Batik Okra merupakan contoh konkret pengembangan ekonomi kreatif yang lahir dari kreativitas dan keterlibatan langsung warga, baik sebagai penggagas maupun pelaku usaha.
"Kalau kita mau membangun ekonomi dari bawah, inilah salah satu contohnya,” kata Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR ini.
Baca juga : Bupati Sumedang Mundur Dari PPP, Gerindra Dapat Amunisi Baru
Ketua Umum Pengurus Pusat (Ketum-PP) Tunas Indonesia Raya (Tidar) ini menegaskan, penguatan ekonomi kreatif tidak bisa dipisahkan dari upaya pelestarian budaya. Keberadaan kampung batik, kata dia, sangat strategis untuk memastikan generasi muda tetap mengenal dan menghargai kekayaan budaya Indonesia.
“Pelestarian budaya ini penting untuk memastikan generasi muda dan generasi penerus tidak melupakan kekayaan budaya kita,” tuturnya.
Namun, Saras mengakui masih ada sejumlah tantangan yang dihadapi pelaku usaha di Kampung Batik Okra, terutama dalam aspek pemasaran dan pengelolaan usaha. Dia meminta Kementerian Ekonomi Kreatif memberikan perhatian serius terhadap dua aspek tersebut.
“Dua hal ini yang menjadi perhatian, yakni pembinaan pengembangan usaha dan penguatan strategi pemasaran,” tegasnya.
Saras juga mengapresiasi keunikan batik Kampung Okra yang bersifat custom dengan motif yang tidak ditemukan di daerah lain. Keunikan tersebut, kata dia, membuat produk memiliki nilai jual lebih tinggi. Bahkan, untuk satu kain batik, proses pembuatannya bisa memakan waktu hingga satu tahun.
Baca juga : Pelindo Patok Tahun Ini Arus Petikemas Tumbuh 5 Persen
“Harapan kami, Kementerian Ekonomi Kreatif bisa membawa produk ini ke expo-expo luar negeri, termasuk bersinergi dengan Kementerian Pariwisata agar ada daya tarik wisata,” jelasnya.
Selain dukungan pemasaran, Sara mendorong penguatan pembiayaan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus bagi pelaku ekonomi kreatif. Melalui skema tersebut, kata dia, pelaku ekonomi kreatif bisa memperoleh pembiayaan antara Rp 100 juta hingga Rp 500 juta, sesuai hasil evaluasi tim penilai.
“Harapannya, ini bisa dimanfaatkan tidak hanya oleh intellectual property (IP) besar, tetapi juga oleh IP lokal seperti di Kampung Batik Okra ini,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar mengkau tengah membangun ekonomi kreatif berbasis budaya daerah. Terkini, dengan mempersiapkan Jogja Festival Forum & Expo (JFFE) 2026 pada 15-16 April 2026.
Irene mengatakan, Pemerintahan akan bantu mengkoneksikan JFFE 2026 sebagai festival yang tidak hanya menjadi ruang perayaan budaya, melainkan juga pusat pertumbuhan ekonomi kreatif dengan dorongan kolaborasi antar pejuang ekraf, pariwisata, digital, hingga merchandising yang memberi dampak ekonomi semakin luas.
Baca juga : Industri Baja Jadi Tuan Rumah Di Negeri Sendiri
“Yogya is full expo sudah dikenal banyak orang harus naik kelas,” ungkap Wamen Ekraf Irene, di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Dalam pertemuan itu, Wamen Ekraf Irene juga menyampaikan peluang kolaborasj lintas sektor di Indonesia. Nantinya, kata dia, tema Festival as Cultural & Economic Infrastructure akan menekankan kolaborasi dan diplomasi antar penyelenggara festival.
Irene menambahkan, dalam suatu festival juga perlu menghadirkan seluruh pemangku kepentingan dalam satu ekosistem. Sehingga, kata dia, persoalan maupun peluang dapat dibahas bersama dan berawal dari situlah kolaborasi serta model bisnis baru bisa terbentuk.
“Tugas Kementerian Ekraf lima tahun pertama adalah setting up the foundations dan membuka selebar-lebarnya kesempatan untuk menaikkan kapabilitas dari komunitas-komunitas kreatif yang ada," katanya. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya