Dark/Light Mode

Gelar Pengobatan Gratis Di Aceh Tamiang, BPH Migas Juga Bagi Beras Dan Kasur

Minggu, 15 Februari 2026 19:53 WIB
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas berbincang dengan salah satu warga yang sedang memeriksa kesehatan di tenda pengobatan gratis yang digelar BPH Migas bersama Ditjen Minerba di kompleks Hunian Sementara (Huntara) Simpang Empat Opak, Karang Baru, Aceh Tamiang, Sabtu (15/2/2026). Foto: M Ade Al Kautsar/RM
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas berbincang dengan salah satu warga yang sedang memeriksa kesehatan di tenda pengobatan gratis yang digelar BPH Migas bersama Ditjen Minerba di kompleks Hunian Sementara (Huntara) Simpang Empat Opak, Karang Baru, Aceh Tamiang, Sabtu (15/2/2026). Foto: M Ade Al Kautsar/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar layanan kesehatan gratis bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (14/2/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Hunian Sementara (Huntara) Simpang Empat Opak ini dipadati warga sejak pukul 08.00 WIB. Huntara yang terdiri dari 10 blok ini menjadi rumah bagi sekitar 600 kepala keluarga (KK) korban bencana. Warga tampak antusias mengantre di fasilitas tenda seluas 84 meter persegi untuk mendaftarkan diri, memeriksakan kesehatan, hingga mengambil obat dan vitamin.

Layanan medis dimulai pukul 08.30 WIB saat tim dokter mulai memanggil satu per satu pasien. Di sela antrean, suasana dimeriahkan tawa anak-anak yang bermain di taman area Huntara. Bagi warga yang telah selesai diperiksa dan mengambil obat, panitia memberikan bantuan berupa paket beras 3 kilogram (kg), biskuit, dan sereal.

Layanan ini tak hanya menyasar penghuni Huntara. Mustika (34), warga Desa Bundar, Karang Baru, rela menempuh jarak 10 kilometer (KM) setelah mengetahui informasi kegiatan melalui aplikasi percakapan. Ia datang untuk mengobati alergi kulit yang dideritanya.

"Pernah ada (layanan kesehatan gratis) tapi tidak sebesar ini. Posko kesehatan ini membantu kami. Pengobatan juga sangat membantu," ucap Mustika.

Baca juga : Pindo Deli Gelar Pengobatan Keliling Gratis Di Karawang

Hal senada diungkapkan Mauliani (63), warga Kampung Sukajadi yang menempuh jarak 12 KM. "Kegiatan seperti ini diadakan terus pengobatannya. Dokternya ramah-ramah. Alhamdulillah dikasih obatnya. Kami minta seterusnya bisa begini," tuturnya.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas bersama Anggota Komite BPH Migas Baskara Agung Wibawa turun langsung memantau kegiatan tersebut. Wahyudi bahkan ikut memanggil nama warga yang tertera di formulir dan berdialog mengenai keluhan kesehatan warga.

Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, mayoritas warga dewasa mengeluhkan batuk, flu, demam, gangguan saluran cerna atau asam lambung, alergi, dan hipertensi. Sementara anak-anak didominasi keluhan demam, batuk, pilek, dan alergi.

"BPH Migas menjalankan amanah negara, hadir untuk memberikan bantuan. Artinya, ini bentuk perhatian Pemerintah pusat hadir di tengah-tengah masyarakat terdampak bencana," ujar Wahyudi.

Selain pemeriksaan umum dan gigi dasar, Tim ESDM Siaga Bencana juga memberikan edukasi kesehatan serta trauma healing bagi anak-anak melalui kegiatan mewarnai, permainan, dan penyediaan buku bacaan.

Baca juga : Wamendag: Pasar Bersih Bikin Orang Betah Belanja

Layanan kesehatan ini berlangsung selama tiga hari, 14-16 Februari 2026, dengan target 5.000 penerima manfaat. Sebanyak 35 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, apoteker, dan asisten dokter dari BPH Migas, Ditjen Minerba, dan Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, serta 10 relawan dikerahkan.

"Hari Sabtu di Huntara ini target 3.000 orang. Hari Minggu, 15 Februari 2026 kegiatan akan dilaksanakan di Kecamatan Manyak Payed dengan target sekitar 1.000 orang. Selanjutnya pada Senin, 16 Februari 2026 di Kampung Tanjung Mancang, Kecamatan Kejuruan Muda dengan target 1.000 orang," rinci Wahyudi.

Selain layanan medis, BPH Migas dan Ditjen Minerba juga menyalurkan bantuan logistik. Tersedia 3.000 paket beras ukuran 3 kg, serta 2.000 paket biskuit dan sereal bagi warga yang berobat.

Sebanyak 200 kasur angin turut dibagikan khusus bagi warga yang masih tinggal di pengungsian daerah Manyak Payed dan Tanjung Mancang. Wahyudi memastikan kolaborasi dengan Pemda, Kepolisian, dan Babinsa setempat berjalan lancar, termasuk ketersediaan obat-obatan yang sangat memadai. Rata-rata pasien mendapatkan 2 hingga 5 jenis obat sesuai diagnosa.

"InsyaAllah BPH Migas bisa hadir kembali, agar masyarakat tenang, kesehatan terjaga untuk menyongsong bulan Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriyah bisa dilaksanakan dengan baik," tambahnya.

Baca juga : Gelar Gernas Mapan Di Pasar Cisalak, Wamendag: Pasar Harus Bersih Dan Nyaman

Tercatat, BPH Migas sebelumnya juga telah menyalurkan bantuan di Kampung Tanjung Genteng pada 18 Desember 2025, serta di Kabupaten Aceh Utara dan Bener Meriah pada pertengahan Januari 2026.

Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail yang hadir didampingi Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang Mustakim mengapresiasi kehadiran pemerintah pusat. Ia menyebut wilayahnya masih terus berbenah pascabencana.

"Ini artinya Pemerintah hadir bersama kita, Pemerintah hadir di Aceh Tamiang, Pemerintah hadir di pengungsian Tamiang," kata Ismail.

Ismail berharap warganya tetap tabah dan optimistis kondisi akan segera pulih. "Kita yakin, kita percaya Tuhan bersama kita. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama kita akan normal kembali sebagaimana semestinya," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.