Dark/Light Mode

Tito Karnavian Yakin Indonesia Mampu Jadi Negara Maju 2045

Kamis, 6 November 2025 21:38 WIB
Mendagri Tito Karnavian. (Dok. Kemendagri)
Mendagri Tito Karnavian. (Dok. Kemendagri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Sriwijaya, Muhammad Tito Karnavian menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara dominan dan maju pada tahun 2045. Menurut Tito, Indonesia memiliki modal menuju terwujudnya cita-cita Indonesia Emas 2045.

Tito menjelaskan, Indonesia memiliki lebih dari 280 juta penduduk, dengan angkatan kerja produktif mencapai 68,95 persen. Selain memiliki wilayah yang luas dan membentang di tiga zona waktu, Indonesia juga dikaruniai kekayaan sumber daya alam yang melimpah.

Letak geografis Indonesia yang strategis, di antara dua benua (Asia dan Australia) serta dua samudra (Hindia dan Pasifik). Sehingga menjadikannya simpul penting dalam jalur perdagangan dunia, seperti Selat Malaka.

“Kalau kita letakkan peta Indonesia di atas peta Eropa, wilayahnya membentang dari Prancis hingga Turki. Bahkan jika dibandingkan dengan Amerika Serikat, bentangan Indonesia setara dari San Francisco hingga New York. Ini potensi luar biasa yang sering kali tidak kita sadari,” kata Tito, dalam keterangannya, Kamis (6/11/2025). 

Baca juga : Komoditas Nikel Indonesia Menguat, Hilirisasi Jadi Kunci

Optimisme tersebut juga sejalan dengan kajian lembaga internasional seperti World Bank dan McKinsey, yang menilai Indonesia berpeluang besar menjadi negara berpenghasilan tinggi dan keluar dari middle income trap pada 2045.

Meski memiliki modal besar, Tito mengingatkan bahwa bonus demografi harus dikelola dengan strategi yang matang. Berdasarkan data, tingkat pengangguran terbuka Indonesia masih berada di angka 4,91%, gini ratio di 0,375, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) baru mencapai 76,02.

"Bonus demografi yang besar ini harus dikapitalisasi menjadi tenaga kerja produktif. Kalau tidak, justru bisa berubah menjadi beban,” tegas Menteri Dalam Negeri itu 

Ia mencontohkan, negara seperti Jepang dan Korea Selatan kini menghadapi tantangan serius akibat menurunnya populasi produktif, sementara Indonesia masih memiliki peluang besar untuk memanfaatkan momentum tersebut.

Baca juga : Infobrand.id & Tras N Co Indonesia Gelar Brand Choice Award 2025

Lebih lanjut, Tito menegaskan bahwa negara maju tidak pernah bertumpu hanya pada kekayaan sumber daya alam (SDA), melainkan pada kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berpendidikan, dan inovatif.

“Pendidikan dan inovasi adalah kunci. Indonesia yang kaya SDA akan benar-benar melompat jika memiliki SDM unggul dan berpendidikan tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, perguruan tinggi memegang peran sentral dalam mencetak generasi unggul tersebut. Kampus harus memiliki tenaga pendidik berkualitas, memperkuat riset dan inovasi, serta memastikan tridharma perguruan tinggi tetap relevan dengan kebutuhan zaman.

“Perguruan tinggi harus menjadi think tank dan motor perubahan dalam menyiapkan generasi emas Indonesia,” kata Tito.

Baca juga : SEMAJA: Restoran Indonesia Modern Di Tengah Pesona Menteng

Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor swasta untuk memperkuat daya saing nasional.

“Indonesia punya semua syarat untuk menjadi negara maju dengan penduduk besar, wilayah luas, dan sumber daya melimpah. Tantangannya adalah bagaimana kita mengelola SDM dan fiskal dengan baik,” pungkas Tito.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.