Dark/Light Mode

Wisuda Pertama, Saraswati Fellowship Lahirkan 30 Calon Pemimpin Perempuan

Senin, 23 Februari 2026 09:41 WIB
Program mentorship kepemimpinan perempuan, Saraswati Fellowship menggelar Wisuda Angkatan Pertama pada Minggu (22/2/2026). (Foto: Ist)
Program mentorship kepemimpinan perempuan, Saraswati Fellowship menggelar Wisuda Angkatan Pertama pada Minggu (22/2/2026). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program mentorship kepemimpinan perempuan, Saraswati Fellowship menggelar Wisuda Angkatan Pertama pada Minggu (22/2/2026). 

Momentum ini menandai kelulusan 30 fellows yang telah menyelesaikan program intensif selama tiga bulan. Wisuda pertama menjadi tonggak awal perjalanan Saraswati Fellowship dalam membangun ekosistem pendampingan dan regenerasi pemimpin perempuan Indonesia.

Program yang digagas Rahayu Saraswati Djojohadikusumo ini bertujuan memperkuat kapasitas dan jaringan kepemimpinan perempuan muda Indonesia.

Acara graduation turut dihadiri para Super Mentors dari kalangan tokoh nasional dan pemimpin industri lintas sektor. Hadir sebagai Keynote Speaker, Shinta Kamdani (CEO Sintesa Group & Ketua Umum APINDO) yang juga merupakan Super Mentor program ini. Selain itu, Kepala BP BUMN Dony Oskaria.

Baca juga : Gerakan Srikandi Indonesia Siap Orbitkan Pemimpin Perempuan

Turut hadir pula Moon Nguyet Phillips sebagai Global Brand Woman Leader serta Ferry Malvinas, Partner Boston Consulting Group (BCG), sebagai panelis. Dukungan juga datang dari perwakilan pemerintah, kepala lembaga, direksi BUMN, pimpinan perusahaan swasta, organisasi nirlaba, dan organisasi masyarakat.

Sejak diluncurkan pada Juli 2025, Saraswati Fellowship mendapat antusiasme luas dengan lebih dari 400 pendaftar dari berbagai daerah di Indonesia. Setelah melalui seleksi tertulis dan wawancara ketat, terpilih 30 perempuan muda untuk mengikuti fellowship perdana ini.

Para fellows terdiri atas 15 mahasiswi tingkat akhir dan 15 perempuan mid-career dengan latar belakang 11 sektor industri dan 14 jurusan akademik.

Dalam sambutannya, sosok yang akrab disapa Saras menegaskan, bahwa program ini lahir sebagai respons atas realitas sosia,  di mana banyak perempuan muda memiliki kapasitas, namun belum memiliki peta untuk menavigasi dunia kepemimpinan.

Baca juga : Pemulihan Pascabencana, Huntara di Sejumlah Daerah Sumbar Hampir Rampung

"Program ini dirancang untuk memberikan akses terhadap mentor, resources, jaringan, dan ruang pengembangan kepemimpinan bagi perempuan-perempuan yang sudah memiliki bekal kemampuan luar biasa. Kita bimbing mereka agar Indonesia memiliki lebih banyak figur perempuan di masa depan," ujar Saras dalam keterangannya kepada RM.Id Senin (23/2/2026).

Keponakan Prabowo Subianto ini memperkenalkan konsep visual reference, yakni menghadirkan figur nyata pemimpin perempuan sebagai contoh konkret bagi generasi penerus.

"Generasi penerus kita membutuhkan visual reference yang memberikan wujud konkret bahwa perempuan bisa," tegasnya.

Senada, Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyebut wisuda ini sebagai simbol optimisme dan peluang yang semakin luas bagi perempuan Indonesia.

Baca juga : Terima Audiensi Perludem, Fraksi NasDem Konsisten Perjuangkan Pemilu Berkualitas

"Peran perempuan begitu penting, tidak hanya dalam membangun keluarga tetapi juga membangun bangsa," ungkapnya.

Selanjutnya, Saras yang juga anggota DPR dari Fraksi Gerindra ini menegaskan, program ini tak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas teknis, tetapi juga membekali peserta dengan soft skills dan kesiapan menghadapi dunia nyata.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh fellows Angkatan 1 serta para Super Mentor dan strategic partners yang mendukung terlaksananya program.

"Selanjutnya kita akan memasuki persiapan Angkatan 2 dan membuka kolaborasi lebih luas dengan berbagai pihak," tutup Saras.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.