Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menerapkan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan. Hari Jumat dipilih karena dinilai paling efektif tanpa mengganggu pelayanan publik. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, durasi kerja pada Jumat relatif lebih pendek dibanding hari lain.
“Hari Jumat dipilih karena jam kerja lebih pendek, tetapi pelayanan publik dan kegiatan produktif tetap berjalan,” ujar Airlangga dalam konferensi pers daring dari Seoul, Korea Selatan, Selasa (31/3/2026).
Kebijakan ini berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN) dan didorong juga diterapkan di sektor swasta. Airlangga menyebut, pola kerja fleksibel tersebut didukung sistem digital yang sudah berjalan sejak pandemi Covid-19.
Meski ada penyesuaian pola kerja, pemerintah memastikan sektor strategis tetap beroperasi normal. Termasuk layanan perbankan, pasar modal, dan sektor vital lainnya.
“Sektor strategis tetap berjalan dengan pengaturan masing-masing,” tegasnya.
Baca juga : Soal WFH, Ongen Minta Sektor Kesehatan Dan Kebencanaan Tetap Jadi Prioritas
Dalam kesempatan itu, Airlangga juga merilis delapan kebijakan untuk meredam dampak gejolak global terhadap ekonomi nasional.
Airlangga mengatakan, kebijakan tersebut mencakup penerapan WFH ASN satu hari dalam sepekan hingga efisiensi anggaran negara.
Delapan kebijakan itu meliputi penerapan WFH ASN, efisiensi mobilitas dan pembatasan kendaraan dinas, serta pengurangan perjalanan dinas.
Selain itu, pemerintah mendorong penerapan WFH di sektor swasta, dengan tetap memberikan pengecualian bagi layanan publik dan sektor strategis.
Kegiatan pendidikan dipastikan tetap berjalan normal. Pemerintah juga mengimbau masyarakat melakukan penghematan energi dan memanfaatkan transportasi publik.
Baca juga : Jordi Amat Nikmati Strategi Pelatih John Herdman
Langkah lain yang ditempuh adalah refocusing anggaran kementerian dan lembaga, serta percepatan implementasi kebijakan energi seperti biodiesel B50 untuk menekan konsumsi BBM fosil.
“Kebijakan ini diambil agar masyarakat tetap tenang dan kegiatan ekonomi terus berjalan,” ujar Airlangga.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi fiskal tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.
“Kami menjaga anggaran tetap sustain dan masih memiliki ruang sebagai bantalan menghadapi gejolak ekonomi global,” ujarnya.
Ia menambahkan, perhitungan fiskal hingga akhir tahun menunjukkan kondisi tetap aman dengan defisit yang terkendali.
Baca juga : Menkop Tegaskan Koperasi Untuk Ekspansi ke Sektor Strategis
“Defisit tetap terkendali. Masyarakat tidak perlu khawatir,” katanya.
Pemerintah akan terus mengelola anggaran secara hati-hati untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya