Dark/Light Mode

Tingkatkan Sistem Tanggap Bencana, Pemerintah Terus Perbarui Peringatan Dini Gempa

Kamis, 2 April 2026 17:11 WIB
Kepala BNPB Suharyanto (tengah) menegaskan peningkatan kapasitas peringatan dini menjadi prioritas pemerintah pusat bersama lembaga terkait, saat konferensi pers, Kamis (2/4/2026). (Foto: Dok. Bakom RI)
Kepala BNPB Suharyanto (tengah) menegaskan peningkatan kapasitas peringatan dini menjadi prioritas pemerintah pusat bersama lembaga terkait, saat konferensi pers, Kamis (2/4/2026). (Foto: Dok. Bakom RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus memperbarui sistem peringatan dini bencana dalam empat tahun terakhir, khususnya untuk menghadapi gempa bumi dan tsunami.

Komitmen ini merupakan upaya memperkuat dan memperluas jangkauan sistem peringatan dini mengingat tingginya risiko bencana geologi di Indonesia.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menegaskan peningkatan kapasitas peringatan dini menjadi prioritas pemerintah pusat bersama lembaga terkait, seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Baca juga : Percepat Kopdes Merah Putih, Pemerintah Perkuat Distribusi Pangan & Ekonomi Desa

“Pemerintah pusat, BNPB dan BMKG di empat tahun terakhir ini sudah berusaha meningkatkan kemampuan peringatan dini terkait gempa bumi, tsunami,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Suharyanto menekankan, penguatan sistem ini tidak hanya berhenti pada tataran kebijakan, tetapi juga diwujudkan dalam pembangunan infrastruktur peringatan dini di daerah rawan bencana.

Contohnya, di Sulawesi Utara dan Maluku Utara yang baru saja diguncang gempa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah dilengkapi berbagai perangkat peringatan dini.

Baca juga : Tak Naikkan Harga BBM, Bahlil: Pemerintah Prioritas Lindungi Rakyat

“Sekarang baik di Sulawesi Utara dan di Maluku Utara, masing-masing BPBD sudah dilengkapi dengan alat-alat peringatan dini yang teknologi oleh BMKG di sepanjang laut atau pantai-pantai, dan BNPB juga sudah membangun pusat pengendalian operasi dan sirine-sirine," ujarnya.

Efektivitas sistem tersebut teruji saat gempa terjadi pada Kamis pagi hari. Suharyanto mengaku langsung memantau perkembangan di lapangan melalui laporan BPBD.

“Terjadinya gempa tadi pagi ini saya monitor. Dan laporan dari Kalaksa BPBD, baik Sulawesi Utara dan Maluku Utara ini sirinenya berbunyi, sehingga paling tidak masyarakat bisa mendapatkan informasi awal tentang terjadinya bencana gempa bumi, bahkan ada potensi tsunami,” tuturnya.

Baca juga : Prajurit TNI Gugur Di Lebanon, Pemerintah Beri Penghormatan Tertinggi

Suharyanto menilai berfungsinya sirine peringatan dini menjadi indikator penting bahwa sistem mitigasi yang dibangun berfungsi dengan baik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.