Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Antisipasi Puncak Arus Balik, Pemerintah Berlakukan Diskon Tarif Tol 30 Persen
Kamis, 26 Maret 2026 10:52 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meninjau kondisi lalu lintas sekaligus kesiapan strategi pengendalian arus balik di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), Rabu (25/3/2026).
Pemantauan dilakukan secara real time melalui sistem JMTC yang terintegrasi dengan posko Jasa Marga Siaga dan petugas di lapangan. Dalam kesempatan itu, jajaran pemerintah bersama operator jalan tol membahas langkah antisipatif menghadapi potensi lonjakan kendaraan pada periode arus balik Lebaran.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono menyampaikan laporan operasional layanan Idul Fitri periode H-10 hingga H+3 Lebaran (11-25 Maret 2026). Laporan tersebut mencakup data volume lalu lintas saat arus mudik dan arus balik, indikator penerapan rekayasa lalu lintas, pengelolaan rest area, pengoperasian jalur fungsional, serta pemanfaatan teknologi pemantauan lalu lintas yang juga dapat diakses masyarakat melalui aplikasi Travoy.
Rivan mengungkapkan puncak arus mudik yang terjadi pada 18 Maret 2026 mencapai sekitar 270 ribu kendaraan. Hal ini menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah. Meski demikian, pengendalian arus balik tahap pertama pada 24 Maret 2026 dinilai berjalan baik. Ia mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan diskon tarif tol sebesar 30 persen pada 26-27 Maret 2026.
Baca juga : Pantau Arus Balik Lebaran Menhub dan Seskab Cek Terminal Pulo Gebang
Ia juga mengimbau masyarakat menggunakan aplikasi Travoy untuk merencanakan perjalanan guna menghindari kepadatan pada puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada 28-29 Maret 2026.
Kegiatan peninjauan juga diikuti laporan digital interaktif dari sejumlah titik lapangan. Antara lain Gerbang Tol Kalikangkung dan Rest Area 389B Jalan Tol Batang–Semarang, Gerbang Tol Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta–Cikampek, serta Gerbang Tol Prambanan Jalan Tol Yogya–Solo.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat sehingga perjalanan selama arus mudik berjalan dengan baik meskipun puncak arus mudik pada 18 Maret 2026 lalu mencapai 270 ribu yang merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah," kata Rivan.
Di kesempatan sama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan pemantauan melalui JMTC menjadi elemen penting dalam pengendalian arus lalu lintas. Khususnya dalam menentukan penerapan rekayasa seperti contraflow dan one way berdasarkan indikator volume per capacity ratio (VCR).
Baca juga : Manfaatkan Penerapan WFA & Diskon Tarif Tol
Ia mengimbau masyarakat yang belum kembali dari kampung halaman agar memanfaatkan waktu perjalanan yang tersisa. Sehingga kepadatan saat puncak arus balik dapat terurai. Kapolri juga mengingatkan pengendara untuk tidak memaksakan diri saat lelah dan segera beristirahat di rest area demi menekan angka kecelakaan.
"Keselamatan tetap menjadi prioritas. Oleh karena itu pengendara tidak memaksakan diri apabila lelah dan segera beristirahat di rest area untuk menekan angka kecelakaan dan fatalitas,” imbau Listyo.
Menko PMK Pratikno mengapresiasi kelancaran arus mudik tahun ini yang didukung kerja sama berbagai pihak serta sistem pemantauan berbasis data secara real time. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan arus mudik tidak terlepas dari langkah antisipatif dan respons cepat di lapangan.
"Alhamdulillah arus mudik berjalan dengan baik meskipun terjadi kenaikan yang cukup tinggi mencapai 270 ribu pada arus mudik. Kami berterima kasih kepada seluruh jajaran yang bekerja keras luar biasa, keberhasilan ini tidak lepas dari langkah antisipatif, respons cepat, serta dukungan sistem monitoring berbasis data secara real time,” papar Pratikno.
Baca juga : Hindari Macet Arus Balik, Pemudik Diimbau Maksimalkan Waktu WFA
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah mematuhi arahan petugas sehingga tingkat kecelakaan selama periode mudik dapat ditekan. Ia juga mengimbau masyarakat memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) serta diskon tarif tol untuk menghindari kepadatan saat puncak arus balik.
Selain itu, Dudy mengingatkan pengemudi kendaraan barang dengan sumbu tiga atau lebih untuk mematuhi ketentuan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang pengaturan lalu lintas dan penyeberangan selama masa angkutan Lebaran 2026, termasuk pembatasan operasional kendaraan barang pada periode 13–29 Maret 2026.
"Terima kasih kepada masyarakat dalam pelaksanaan angkutan mudik dan balik yang senantiasa mematuhi arahan petugas di lapangan hingga tingkat kecelakaan menurun, harapan kami angka kecelakaan dan fatalitas terus menurun. Kami mengharapkan masyarakat dapat memanfaatkan work from anywhere (WFA) maupun diskon tarif tol sehingga bisa mengurangi kepadatan saat puncak arus balik,” ucap Dudy.
Jasa Marga mengimbau para pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan matang. Tujuannya untuk menghindari waktu puncak jika memungkinkan. Juga, pastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima, serta mematuhi rambu dan arahan petugas. Dengan sinergi seluruh pihak, arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah diharapkan berlangsung lancar, aman, dan berkeselamatan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya