Dark/Light Mode

Telepon MBZ, Jokowi Tanya, Kapan Perang Iran Selesai

Senin, 6 April 2026 08:00 WIB
Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM
Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) ikut was-was tentang perang yang berkecamuk di Timur Tengah. Saat perang baru saja meletus, Jokowi mengaku langsung telepon Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ). Dalam pembicaraan via telelon itu, Jokowi tanya ke MBZ, kapan perang Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran tuk mengulik ujung dari perang Iran yang selesai.

Cerita itu disampaikan Jokowi  saat menghadiri acara Halalbihalal dan Anniversary ke-1 Youtuber Nusantara serta konsolidasi Laskar Gibran di Hotel Sunan, Solo, Sabtu (4/4/2026). Jokowi mengungkap, telepon dengan MBZ dilakukan saat perang baru berjalan tiga hari.

“Saya tanya, Yang Mulia, kapan perangnya selesai. Dijawab, nggak pasti dan nggak jelas,” ujar Jokowi.

Tak hanya soal durasi perang, Jokowi juga menyinggung dampak ekonomi global, khususnya lonjakan harga minyak dunia. “Kemudian saya tanya harga minyaknya akan sampai berapa. Dijawab juga nggak pasti dan nggak jelas, karena kalkulasinya sangat rumit,” imbuhnya.

Baca juga : Presiden Prabowo Tiba Di Tanah Air Usai Kunjungan Ke Jepang Dan Korsel

Jokowi mengaku, jawaban serupa juga ia dapatkan saat menghubungi salah satu menteri di UEA. Artinya, bahkan pihak yang berada di lingkaran konflik pun belum bisa memprediksi kapan perang akan berakhir.

“Yang di dalam lingkaran perang saja tidak bisa memperkirakan. Apalagi kita yang di luar,” tegasnya.

Situasi ini, kata Jokowi, menunjukkan betapa tingginya ketidakpastian global saat ini. Melihat kondisi tersebut, Jokowi mengajak masyarakat untuk berdoa agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap kuat menghadapi guncangan ekonomi global.

“Kita berdoa agar fiskal kita kuat menghadapi goncangan yang tidak jelas seperti sekarang ini,” ujarnya.

Baca juga : DPP Sahkan Kepengurusan Baru, PPP Jatim Tancap Gas Perkuat Kaderisasi

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyoroti kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai mampu menjaga stabilitas harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah tekanan global. Menurutnya, Indonesia saat ini menghadapi tiga tantangan besar: perubahan iklim, geopolitik, dan disrupsi teknologi.

Ia mencontohkan konflik Rusia-Ukraina, Israel-Palestina, hingga ketegangan Iran dengan AS-Israel yang membuat situasi dunia semakin tidak menentu. Dari pantauannya, harga minyak dunia kini sudah menyentuh 108–112 dolar AS per barel, jauh di atas harga normal yang berada di kisaran 60–70 dolar AS.

Meski begitu, pemerintah dinilai masih mampu menahan harga BBM dalam negeri.

“Negara lain sudah naik 40–60 persen, kita tidak naik. Pertalite masih Rp 10 ribu, Pertamax sekitar Rp 12.400–Rp 12.500,” kata Jokowi.

Baca juga : Jokowi Terima Dubes Iran Di Solo, Bahas Dampak Perang Dan Stabilitas Kawasan

Ia menilai, keputusan menahan harga BBM merupakan langkah berani yang diambil dengan perhitungan matang. Meskipun penahanan kenaikan harga BBM ini akan berisiko terhadap APBN.

Sebelumnya, Jokowi menerima kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi di kediamannya, di Desa Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (1/4/2026). Dalam pertemuan itu, Jokowi menyampaikan simpati kepada rakyat Iran atas dampak konflik yang terjadi.

“Saya menyampaikan simpati dan berharap perdamaian serta stabilitas segera kembali,” ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.