Dark/Light Mode

Teddy Ingatkan Pentingnya Opini Berbasis Data dan Fakta

Sabtu, 11 April 2026 22:32 WIB
Seskab Teddy Indra Wijaya (Foto: Dok. Setkab)
Seskab Teddy Indra Wijaya (Foto: Dok. Setkab)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyoroti fenomena meningkatnya jumlah pihak yang mengemukakan pendapat di ruang publik tanpa didukung keahlian maupun data yang akurat. Fenomena tersebut ia sebut sebagai “inflasi pengamat”.

Teddy melihat, belakangan ini semakin banyak individu tampil sebagai pengamat di berbagai isu, namun tidak seluruhnya memiliki latar belakang yang relevan atau menyampaikan data yang tepat. Menurutnya, kondisi ini berpotensi menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.

“Sekarang ini ada satu fenomena. Ada yang namanya inflasi pengamat. Jadi banyak sekali pengamat,” kata Teddy, di Pressroom Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Baca juga : Maung Bandung Wajib Sapu Bersih 8 Laga Sisa Liga

Ia menambahkan, sebagian pengamat kerap menyampaikan informasi yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. “Dan pengamat-pengamat itu datanya tidak sesuai fakta, datanya keliru,” ujarnya.

Teddy juga menyoroti kecenderungan pengamat yang berbicara di luar bidang keahliannya. Ia mencontohkan adanya pihak yang mengomentari isu pangan seperti beras, meskipun tidak memiliki latar belakang di sektor tersebut.

Lebih lanjut, Teddy mengungkapkan bahwa sebagian pengamat telah lama aktif membentuk opini publik, bahkan sejak sebelum Prabowo Subianto menjabat sebagai Presiden. Meski demikian, ia menilai tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah tetap tinggi.

Baca juga : Sinergi PATRIA dan Parlemen, Ibas Tegaskan Pentingnya Demokrasi & Kesejahteraan

“Faktanya lebih dari 96 juta warga lebih percaya Pak Prabowo, tidak percaya mereka. Nah, itu adalah bukti nyata kepercayaan publik, bukan suatu asumsi,” ujarnya.

Teddy memastikan, Pemerintah tetap membuka ruang kritik sebagai bagian dari kehidupan demokrasi. Perbedaan pandangan merupakan wajar selama disampaikan secara konstruktif dan tidak menimbulkan keresahan.

“Silakan beri kritik, tapi jangan sampai kita memberi statement yang mengarah pada kecemasan, membuat orang cemas terhadap negeri ini ya. Semuanya stabil, semuanya terkendali, dan ya, mari kita sama-sama untuk mencapai yang terbaik ke depan,” ucap Teddy.

Baca juga : PRESISI Ingatkan Pentingnya Narasi Sejuk di Tengah Dinamika Global

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk media dan pengamat, untuk menjaga optimisme serta membangun narasi positif bagi masa depan bangsa.

“Kita harus punya harapan dan doa yang baik untuk negeri ini. Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang malah justru mengajak orang lain untuk punya harapan dan doa yang jelek untuk negeri yang kita cintai ini,” serunya.

Ia menyadari, kinerja Pemerintah belum sempurna. "Kami terima kritik, terima masukan. Secepat mungkin kita sempurnakan, kita maksimalkan sesegera mungkin,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.