Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
WCPP 2026 Di Bali, RI Ajak Dunia Perkuat Sistem Pemasyarakatan
Selasa, 14 April 2026 19:06 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia kembali menunjukkan peran di panggung global. Lewat The 7th World Congress on Probation and Parole (WCPP) 2026, sebanyak 44 negara berkumpul di Bali. Forum ini jadi ajang kolaborasi untuk memperkuat sistem pemasyarakatan yang lebih adaptif, manusiawi, dan berbasis pemulihan.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menegaskan, arah sistem pemidanaan kini mulai bergeser. Penjara tak lagi jadi satu-satunya fokus.
“Sistem pemasyarakatan tidak hanya soal menghukum, tapi juga pemulihan,” ujarnya.
Baca juga : B50 Siap Dieksekusi Juli, DPR Dukung Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi
Menurut Agus, pendekatan restorative justice menjadi kunci. Tujuannya, memulihkan hubungan antara pelaku, korban, dan masyarakat. Dengan begitu, rasa keadilan bisa tercapai, sekaligus menekan angka residivisme.
Peran Balai Pemasyarakatan juga disorot. Lewat pembimbingan dan pengawasan, lembaga ini dinilai penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih aman.
WCPP 2026 tak sekadar seremoni. Forum ini jadi tempat bertukar pengalaman antarnegara. Para peserta juga merumuskan model pembinaan yang lebih efektif. Termasuk menyusun rekomendasi praktik terbaik, khususnya terkait pidana alternatif dan pembebasan bersyarat.
Baca juga : Pakar: Pak JK Semestinya Lebih Bijak, Jangan Menakut-nakuti Masyarakat
Di forum yang sama, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra tampil sebagai keynote speaker. Ia mengingatkan, tidak ada satu model pemasyarakatan yang bisa diterapkan di semua negara.
“Setiap negara punya karakteristik. Karena itu, forum seperti ini penting untuk saling belajar,” katanya.
Yusril menekankan, sistem hukum modern harus seimbang. Penegakan hukum tetap jalan, korban terlindungi, masyarakat aman, dan pelaku punya kesempatan kembali ke masyarakat.
Baca juga : BNPP Dorong Peran Dai Dalam Pembangunan Perbatasan
Menurutnya, penguatan pembimbingan kemasyarakatan menjadi bagian penting dari reformasi sistem peradilan pidana yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan.
Menariknya, penyelenggaraan WCPP di Bali juga menampilkan karya Warga Binaan. Produk-produk tersebut dipamerkan kepada delegasi internasional. Harapannya, bisa membuka peluang promosi ke pasar global.
Lewat forum ini, Indonesia tak sekadar jadi tuan rumah. Indonesia ikut mendorong perubahan sistem pemasyarakatan dunia agar lebih inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada pemulihan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya