Dark/Light Mode

Sekolah Rakyat Buka Jalan Mimpi Anak Ojol Jadi Data Analyst

Kamis, 16 April 2026 12:41 WIB
Akbar Varel Areva. (Foto : Bakom)
Akbar Varel Areva. (Foto : Bakom)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mimpi besar tak lagi terasa mustahil bagi Akbar Varel Areva. Remaja 17 tahun, anak pengemudi ojek online itu kini kembali menatap masa depan setelah mendapat kesempatan bersekolah di program Sekolah Rakyat.

Sempat putus sekolah karena keterbatasan ekonomi, Akbar kini duduk di kelas 1 Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jawa Barat. Program yang diinisiasi pemerintah ini membuka kembali jalannya untuk mengejar cita-cita.

“Cita-cita saya menjadi Data Science Analyst,” kata Akbar.

Remaja asal Bantar Gebang itu bahkan membidik pendidikan tinggi di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat, salah satu kampus terbaik dunia di bidang sains dan teknologi.

Baca juga : Berkat Sekolah Rakyat, Raisa Kini Makan 3x Sehari, Punya Kasur hingga Tumbler

Akbar mengaku mulai menemukan arah hidupnya sejak bergabung di Sekolah Rakyat. Melalui tes bakat, ia mengenali potensi yang sebelumnya belum tergali.

“Sebelum saya masuk SR ini kan ada tes bakat. Dari tes itu ternyata saya lebih condong ke bidang Explorer, Strategizer, dan Analyzer,” ujarnya.

Dukungan dari guru dan teman-teman di sekolah turut memperkuat semangatnya. Fasilitas pendidikan yang memadai, termasuk akses internet, menjadi modal penting bagi Akbar untuk berkembang.

“Cita-cita saya yang ingin menjadi Data Science Analyst itu didukung terus oleh guru saya, begitu juga teman-teman saya yang terus memotivasi saya. Guru juga di sini memfasilitasi dalam berbagai hal, seperti pendidikan, kemudian akses internetnya juga,” imbuhnya.

Baca juga : Ada Sekolah Rakyat, Anak Pedagang Cilok di Boyolali Punya Harapan Baru

Tak hanya itu, SRMA 13 Bekasi juga menyediakan kegiatan ekstrakurikuler robotika yang menunjang minatnya di bidang teknologi. Akbar pun aktif mempelajari dasar pemrograman dan algoritma sebagai bekal masa depan.

“Untuk mencapai impian saya, saya terus mempelajari hal-hal yang saya butuhkan ke depannya. Seperti saya mempelajari dasar pemrograman, algoritma, kemudian saya juga mengikuti ekstrakulikuler robotik yang membantu perkembangan diri saya,” katanya.

Siswa peraih medali nasional Olimpiade Matematika ini juga merasakan manfaat besar dari program tersebut dalam meringankan beban ekonomi keluarga. Seluruh biaya pendidikan hingga fasilitas penunjang ditanggung pemerintah.

Selain itu, sistem asrama yang diterapkan membentuk karakter disiplin sekaligus menanamkan nilai kebersamaan tanpa adanya senioritas.

Baca juga : Sekolah Rakyat Bawa Harapan, Anak Difabel di Sukoharjo Kini Bisa Sekolah Gratis

“Di SR ini juga tidak ada yang memiliki status senioritas atau apa pun. Jadi semuanya sama rata. Karena di SR ini prinsipnya, cerdas bersama, tumbuh setara,” tutup Akbar.

Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah menghadirkan pendidikan berasrama gratis dari tingkat SD hingga SMA bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dengan fasilitas lengkap, program ini diharapkan mampu membuka jalan bagi generasi muda untuk meraih pendidikan tinggi dan masa depan yang lebih baik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.