Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tragedi KA Di Bekasi Timur
Basarnas Kerahkan 30 Personel, 3 Korban Masih Terjepit
Selasa, 28 April 2026 07:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Proses evakuasi korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026) pagi, terus dikebut. Sebanyak 30 personel Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dikerahkan untuk membantu penanganan di lokasi.
Hingga pukul 05.53 WIB, dilaporkan masih ada tiga penumpang yang terjepit di dalam rangkaian KRL. Tim SAR gabungan pun menerapkan skema bergantian dalam proses penyelamatan, dengan memotong bagian besi gerbong yang menahan tubuh korban.
Kepala Basarnas Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengatakan proses evakuasi dilakukan menggunakan peralatan ekstrikasi berat untuk mempercepat penanganan.
Baca juga : Tragedi KA di Bekasi Timur, 7 Penumpang Meninggal Dunia
“Kami mengoptimalkan sinergi dengan unsur SAR gabungan agar proses evakuasi berjalan efektif. Prioritas kami adalah menyelamatkan nyawa korban dan memberikan penanganan secepat mungkin,” ujar Desiana dalam pernyataannya, Selasa (28/4/2026).
Ia menambahkan, tim yang diturunkan merupakan personel dengan kemampuan khusus dalam teknik ekstrikasi, mengingat kondisi korban yang terhimpit cukup kompleks.
“Kami melibatkan personel yang memiliki kemampuan khusus ekstrikasi. Proses evakuasi berjalan simultan dengan penanganan medis di lokasi agar kondisi fisik korban yang masih terhimpit tetap stabil selama proses penyelamatan,” jelasnya.
Baca juga : Fitrah Bersinar, Peluang Juara Persib Masih Terbuka
Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengonfirmasi jumlah korban jiwa dalam insiden tersebut mencapai tujuh orang. Selain itu, sebanyak 81 penumpang dilaporkan mengalami luka-luka dan saat ini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
"Jumlah korban yang terjadi kecelakaan kereta tadi malam, meninggal dunia itu 7 orang," ujar Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, kepada wartawan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).
KAI juga mengungkap kronologi awal kejadian. Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa KRL yang tertabrak dalam kondisi berhenti setelah sebelumnya tertemper kendaraan di jalur perlintasan langsung.
Baca juga : Pemerintah Bentuk Tim Hitung Dampak Kerusakan Akibat Gempa Sulut dan Malut
"Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menemper KRL di JPL lintasan dekat Bulak Kapal. Yang membuat KRL-nya terhenti," kata Franoto.
Hingga kini, proses evakuasi dan penanganan korban masih berlangsung. Aparat terkait terus bekerja di lokasi untuk memastikan situasi tetap terkendali, sekaligus mempercepat investigasi guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan tragis tersebut.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya