Dark/Light Mode

Pidato Presiden Prabowo di May Day, Pengamat: Tepat dan Seimbang

Jumat, 1 Mei 2026 17:51 WIB
Presiden Prabowo Subianto berpidato di peringatan Hari Buruh Internasional, di Monas, Jumat (1/5/2026). (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Presiden Prabowo Subianto berpidato di peringatan Hari Buruh Internasional, di Monas, Jumat (1/5/2026). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menjadikan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Lapangan Monas sebagai momentum strategis. Tiga regulasi diteken, ratusan ribu buruh hadir, dan pidatonya dinilai “tepat dan seimbang” oleh pengamat.

Dalam peringatan May Day ini, Presiden Prabowo memberikan tiga kado istimewa bagi buruh. Pertama, Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 10 Tahun 2026 tentang Pembentukan Satuan Tugas Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan Kesejahteraan Buruh. Kedua, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 yang memangkas potongan tarif aplikator ojek online menjadi maksimal 8 persen, sehingga pendapatan pengemudi minimal 92 persen. Ketiga, Perpres Nomor 25 Tahun 2026 tentang ratifikasi Konvensi Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) Nomor 188 untuk perlindungan awak kapal perikanan.

“Saya sudah mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang Pembentukan Satuan Tugas Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja dan Kesejahteraan Buruh,” ujar Prabowo, di Monas, Jumat (1/5/2026).

Baca juga : Dihadiri Presiden Prabowo, Andi Gani: May Day 2026 Jadi Sejarah Persatuan Buruh

Selain itu, Presiden juga menjanjikan skema perumahan bagi buruh dengan tenor cicilan hingga 40 tahun dan bunga kredit maksimal 5 persen per tahun melalui bank-bank milik negara.

“Saya sudah perintahkan, bank-bank milik Republik Indonesia, sebentar lagi kita akan kucurkan kredit untuk rakyat, maksimal lima persen satu tahun,” tandasnya.

Di tengah pidato yang menekankan keberpihakan kepada buruh, Prabowo juga mengingatkan agar pengusaha tidak diposisikan sebagai musuh.

Baca juga : Pemerintah Tegaskan Berdiri Bersama Buruh

“Jangan kita benci sama orang kaya,” ujarnya, seraya menegaskan investasi sebagai prasyarat penciptaan lapangan kerja.

Pernyataan tersebut mendapat sorotan dari pengamat politik Hendri Satrio. Ia menilai Presiden berupaya menjaga keseimbangan pesan.

“Presiden Prabowo dalam pidatonya berusaha untuk balance. Dia menyampaikan hak-hak buruh yang bagus-bagus, bahkan spesial untuk pengemudi ojek online, dia bicara juga tentang rumah untuk buruh. Di sisi yang lain dia mengatakan kita tidak boleh benci kepada pengusaha, kita tidak boleh benci sama orang kaya. Ini hal yang baik,” kata Hendri.

Baca juga : Momen Haru Presiden Prabowo & Siswa SMAN 1 Cilacap Nyanyikan Lagu Kebangsaan

Meski demikian, Hendri mengingatkan pentingnya tindak lanjut dari berbagai kebijakan yang telah diumumkan. “Tantangannya satu, yaitu follow up-nya bagiamana. Bakal dilaksanakan atau tidak instruksi-instruksi Presiden saat beliau menyampaikan pidato atau pesan komunikasinya. Kita tunggu saja,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.