Dark/Light Mode

Besok Prabowo Hadir Di May Day Monas

Pemerintah Tegaskan Berdiri Bersama Buruh

Kamis, 30 April 2026 06:50 WIB
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari (kiri) berbincang dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Cris Kuntadi sebelum memberikan keterangan pers terkait penguatan perlindungan pekerja dan kepastian hukum ketenagakerjaan di Auditorium Kantor Bakom, Jakarta, Rabu (29/4/2026). Foto: ANTARA FOTO
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari (kiri) berbincang dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Cris Kuntadi sebelum memberikan keterangan pers terkait penguatan perlindungan pekerja dan kepastian hukum ketenagakerjaan di Auditorium Kantor Bakom, Jakarta, Rabu (29/4/2026). Foto: ANTARA FOTO

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Pemerintah menegaskan komitmennya memperkuat perlindungan pekerja dan layanan dasar, di tengah kekhawatiran soal PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dan tekanan ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Muhammad Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (29/4/2026). Hadir Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Cris Kuntadi dan Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum Dhahana Putra.

Qodari mengatakan, kehadiran Presiden pada puncak peringatan May Day menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah tidak berjarak dengan buruh. Negara hadir untuk melindungi pekerja, sekaligus menjaga keberlanjutan lapangan kerja.

Menurutnya, kehadiran Presiden dalam peringatan May Day menjadi simbol komitmen negara terhadap kesejahteraan pekerja. Pemerintah ingin memastikan hubungan industrial berjalan sehat dan saling menguatkan.

“Pemerintah ingin menegaskan satu hal, bahwa posisi Pemerintah bukan berhadapan dengan buruh, melainkan berdiri bersama buruh,” tegas Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Dia mengatakan, menjelang Hari Buruh, berbagai kekhawatiran masih dirasakan kalangan pekerja. Mulai dari ancaman PHK, tekanan biaya hidup, hingga ketidakpastian ekonomi global.

Menurutnya, Pemerintah mencatat dan memahami keresahan tersebut. Negara hadir untuk melindungi pekerja, sekaligus menjaga keberlanjutan dunia usaha agar tetap mampu menyerap tenaga kerja.

Baca juga : KPK Dalami Peran Keluarga Di Kasus Bupati Pekalongan

Qodari menekankan, kesejahteraan pekerja dan kesehatan dunia usaha berjalan seiring. Keduanya saling menopang dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain sektor ketenagakerjaan, Pemerintah juga memperkuat layanan dasar masyarakat, terutama di bidang kesehatan. Salah satunya melalui program peningkatan kualitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

“Program peningkatan kualitas RSUD adalah bukti nyata Pemerintah hadir,” kata Qodari.

Dia menjelaskan, sepanjang 2025 hingga 2027, sebanyak 66 RSUD ditargetkan naik kelas dari tipe D dan D Pratama menjadi tipe C berkualitas. Rinciannya, 22 unit pada 2025, 20 unit pada 2026, dan 24 unit pada 2027.

Hingga kini, 17 RSUD target 2025 telah rampung. Lima lainnya masih dalam tahap akhir dengan progres di atas 90 persen. Sebanyak 21 rumah sakit dijadwalkan siap diresmikan pada Mei.

RSUD yang ditingkatkan dilengkapi tujuh dokter spesialis dasar. Meliputi spesialis anak, bedah, anestesi, penyakit dalam, kebidanan kandungan, radiologi dan patologi klinik.

Qodari menuturkan, selama ini masyarakat di daerah kepulauan menghadapi beban biaya tinggi saat harus dirujuk ke kota besar. Biaya transportasi bisa mencapai Rp 2 juta hingga Rp 10 juta per kunjungan, belum termasuk penginapan dan hilangnya pendapatan.

Baca juga : PBB Usul, Threshold DPR Minimal 13 Kursi

“Kalau bicara kesehatan, prinsipnya ada dua, akses dan kualitas,” ujarnya.

Di sektor ketenagakerjaan, Pemerintah juga menyiapkan berbagai kebijakan menjelang May Day. Cris Kuntadi mengatakan, tema May Day 2026 adalah kolaborasi untuk kemajuan industri dan kesejahteraan pekerja.

Menurutnya, Pemerintah telah menetapkan kenaikan upah minimum 2026 dengan mempertimbangkan kebutuhan hidup layak, pertumbuhan ekonomi, dan inflasi daerah.

Selain itu, bonus hari raya bagi pengemudi dan kurir online diatur minimal 25 persen dari rata-rata pendapatan bersih 12 bulan terakhir.

Pemerintah juga memberikan diskon 50 persen iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi pekerja bukan penerima upah. Termasuk petani, nelayan, pedagang dan pekerja mandiri.

Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan diperkuat dengan manfaat uang tunai sebesar 60 persen dari upah selama enam bulan, akses pasar kerja, dan pelatihan.

Bantuan Subsidi Upah 2025 menjangkau 15 juta pekerja dengan nilai Rp 600.000 per orang. Pemerintah juga menyiapkan lebih dari 274 ribu unit rumah subsidi bagi buruh.

Baca juga : Nyamar Jadi Agen Patroli Untuk Gagalkan Deportasi

“Kami terus bekerja membuka lapangan kerja,” kata Cris.

Sementara, Dhahana Putra menyampaikan, Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga telah disahkan pada 21 April 2026.

Menurutnya, regulasi tersebut memberi kepastian mengenai hak, kewajiban, hubungan kerja, pelatihan, dan jaminan sosial bagi pekerja rumah tangga. Pemerintah diberi waktu satu tahun untuk menyiapkan aturan turunan dalam bentuk peraturan pemerintah.

“Insya Allah sebelum satu tahun ini akan selesai,” ujar Dhahana.

Peringatan May Day di Monas diperkirakan dihadiri ribuan buruh dari berbagai daerah, dengan sejumlah isu ketenagakerjaan menjadi sorotan utama. JAR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 7, edisi Kamis, 30 April 2026 dengan judul "Besok Prabowo Hadir Di May Day Monas Pemerintah Tegaskan Berdiri Bersama Buruh"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.