Dark/Light Mode

PTPN IV PalmCo Uji Pemanfaatan Satelit Jepang untuk Pantau Sawit Lebih Presisi

Senin, 4 Mei 2026 14:25 WIB
Foto: PTPN IV PalmCo.
Foto: PTPN IV PalmCo.

RM.id  Rakyat Merdeka - Transformasi digital di sektor perkebunan sawit kian memasuki fase baru. Subholding PTPN III (Persero), yakni PTPN IV PalmCo, mulai menjajaki pemanfaatan teknologi satelit bersama mitra teknologi asal Jepang untuk meningkatkan akurasi pemantauan tanaman dan efisiensi operasional.

Penjajakan kerja sama tersebut difasilitasi oleh Indonesia-Japan Business Network dan telah berlangsung sejak pertengahan April 2026. Saat ini, kolaborasi memasuki tahap uji coba lapangan atau proof of concept (POC) yang dilakukan di Kebun Sei Galuh, Kabupaten Kampar, Riau.

Dalam uji coba ini, tim gabungan melakukan proses ground truthing atau validasi kondisi tanaman secara langsung di lapangan. Data tersebut kemudian disandingkan dengan citra satelit guna meningkatkan ketepatan analisis kesehatan tanaman.

Pemantauan udara memanfaatkan satelit observasi bumi ALOS-4 (DAICHI-4) yang dikembangkan oleh mitra teknologi Jepang, termasuk Mitsubishi Heavy Industries. Satelit ini mampu mencakup wilayah luas dengan resolusi spasial sekitar 25 meter.

Baca juga : Pramonon Jamin Pengobatan Siswa Keracunan Makanan di Duren Sawit

Berbasis teknologi radar Synthetic Aperture Radar (SAR), ALOS-4 menggunakan gelombang mikro sehingga tetap dapat menghasilkan data meski dalam kondisi tertutup awan—tantangan umum di wilayah tropis seperti Indonesia. Teknologi ini dinilai relevan untuk sektor pertanian yang membutuhkan pemantauan rutin dan konsisten.

“Data satelit memungkinkan kami mengidentifikasi anomali dalam skala besar sekaligus memahami kondisi aktual secara lebih spesifik,” ujar perwakilan IJBNet dari Jepang, Kousuke Matsushima, saat peninjauan lapangan, Senin (4/5/2026). 

Menurut dia, validasi langsung di lapangan menjadi kunci untuk meningkatkan akurasi sistem. Dengan pendekatan tersebut, rekomendasi yang dihasilkan dapat lebih tepat sasaran, termasuk dalam mendeteksi potensi serangan penyakit tanaman seperti Ganoderma, salah satu ancaman utama produktivitas kelapa sawit.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, mengatakan penjajakan ini merupakan bagian dari strategi perusahaan memperkuat pengelolaan berbasis teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT).

Baca juga : Bahlil Sukses Redam Kekhawatiran Kelangkaan BBM Saat Lebaran

“Kami ingin memastikan setiap keputusan operasional didasarkan pada data yang akurat dan real-time. Digitalisasi menjadi kunci untuk mendorong pengelolaan yang lebih modern dan efisien,” kata Jatmiko.

Sejauh ini, PalmCo telah mengembangkan sejumlah inisiatif digital, termasuk aplikasi internal PalmCo Library yang membantu karyawan mengidentifikasi persoalan operasional dan menemukan solusi secara cepat.

Menurut Jatmiko, pemanfaatan teknologi satelit tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan akurasi pemantauan, tetapi juga menekan potensi kerugian akibat keterlambatan penanganan penyakit tanaman yang kerap berujung pada replanting dengan biaya besar.

Hasil uji coba ini nantinya akan menjadi dasar bagi perusahaan dalam menentukan langkah strategis berikutnya, termasuk peluang penerapan teknologi secara lebih luas di seluruh wilayah operasional.

Baca juga : IPB Dorong Pemanfaatan Limbah Kelapa Sawit Jadi Produk Bernilai Tinggi

Langkah tersebut sekaligus mencerminkan upaya industri sawit nasional untuk beradaptasi dengan tuntutan global yang semakin menekankan praktik perkebunan yang presisi, efisien, dan berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.