Dark/Light Mode

Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi

1 WNI Ditemukan Meninggal Dekat Bibir Kawah Gunung Dukono

Sabtu, 9 Mei 2026 20:42 WIB
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah WNI yang ditemukan di dekat bibir kawah Gunung Dukono, Halmahera Utara, Maluku Utara, Sabtu (9/5/2026). (Foto: dok. BNPB)
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah WNI yang ditemukan di dekat bibir kawah Gunung Dukono, Halmahera Utara, Maluku Utara, Sabtu (9/5/2026). (Foto: dok. BNPB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) gabungan menemukan satu korban erupsi Gunung Api Dukono pada Sabtu (9/5/2026) pukul 14.30 WIT. Korban berinisial E yang merupakan warga negara Indonesia (WNI), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sekitar 50 meter dari bibir kawah.

Berdasarkan laporan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara, Hentje ML Hetharia, proses pencarian sempat mengalami kendala akibat material pasir vulkanik yang menutupi area pencarian dengan ketebalan bervariasi.

Kondisi tersebut dipengaruhi aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih berlangsung fluktuatif, sehingga menyulitkan tim dalam melakukan penyisiran.

Baca juga : Aktivitas Logistik Tetap Tinggi, J&T Cargo Perkuat Kualitas Layanan

Pada pukul 14.30 WIT, hujan dengan intensitas cukup deras mengguyur lokasi pencarian. Tim SAR gabungan pun menghentikan sementara operasi dan berlindung, hingga kondisi memungkinkan untuk melanjutkan pencarian.

Setelah hujan reda, jasad korban yang sebelumnya tertutup material pasir mulai terlihat. Saat ditemukan, bagian tubuh korban yang terlihat hanya dari kaki hingga pinggang. Sementara bagian tubuh lainnya, tertimbun pasir vulkanik.

Mengetahui temuan tersebut, tim SAR gabungan segera melakukan proses evakuasi secara hati-hati sesuai prosedur keselamatan. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban dibawa menuju posko penanganan erupsi, sebelum dirujuk ke RSUD Tobelo.

2 Titik Timbunan Material Pasir 

Baca juga : Layanan Berbasis Teknologi, CIMB Niaga Resmikan Digital Branch Muara Karang

Usai menemukan korban pertama, tim SAR gabungan juga mendapati dua titik timbunan material pasir dalam radius sekitar tiga meter dari lokasi penemuan korban. Dua titik tersebut diduga kuat berkaitan dengan dua korban lain, yang saat ini masih dalam pencarian.

Namun, tim SAR gabungan memutuskan untuk memprioritaskan evakuasi korban pertama, dengan mempertimbangkan faktor keselamatan personel di lapangan.

Selain kondisi cuaca yang mulai gelap menjelang sore, aktivitas vulkanik Gunung Dukono juga masih terpantau tinggi.

Baca juga : Bintang Preman Pensiun Epy Kusnandar Meninggal Dalam Usia 61 Tahun

Berdasarkan hasil evaluasi operasi SAR hari ini, tim gabungan akan kembali melanjutkan penyisiran pada Minggu (10/5/2026), khususnya di dua titik timbunan material yang telah ditandai menggunakan koordinat GPS (Global Positioning System).

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.