Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dahnil Tiba Di Jeddah
Amirul Hajj Soroti Layanan dan Kesehatan Jemaah
Selasa, 19 Mei 2026 19:26 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Laporan Muhammad Rusmadi & Tim Media Center Haji, Makah
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, Senin (18/5/2026), bersama rombongan Amirul Hajj Indonesia 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Kedatangan mereka menandai dimulainya tugas pengawasan diplomasi, pelayanan, serta pemantauan penyelenggaraan ibadah haji Indonesia di Tanah Suci.
Dalam rombongan tersebut turut hadir sejumlah tokoh lintas kementerian dan organisasi, di antaranya Wakil Menteri Perhubungan Komjen (Purn) Suntana, Muhadjir Effendy, Prof Hasyim Syah Nasution dari Muhammadiyah, KH Asep dari Nahdlatul Ulama, hingga pengusaha Yusuf Hamka.
Dahnil menjelaskan, dia bertugas sebagai Na’ib Amirul Hajj atau Wakil Amirul Hajj, sementara posisi Amirul Hajj dipimpin Mochamad Irfan Yusuf. Menurut Dahnil, Amirul Hajj memiliki fungsi penting sebagai representasi negara dalam diplomasi dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi selaku tuan rumah penyelenggaraan ibadah haji.
“Amirul Hajj bertugas sebagai representasi negara dalam diplomasi dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sebagai tuan rumah haji,” ujar Dahnil di Jeddah.
Baca juga : Skema Murur Disiapkan Demi Keselamatan Jemaah Haji
Selain fungsi diplomasi, Amirul Hajj juga bertugas melakukan pengendalian pelayanan dan pemantauan pelaksanaan ibadah haji Indonesia di Arab Saudi.
Dia menjelaskan, tim Amirul Hajj tahun ini dibagi ke dalam tiga kelompok kerja. Kelompok KH Ahmad Dahlan dipimpin Mochamad Irfan Yusuf, kelompok KH Hasyim Asy’ari dipimpin Dahnil Anzar Simanjuntak, sedangkan kelompok HOS Cokroaminoto dipimpin Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar.
Setibanya di Jeddah, Dahnil juga memaparkan evaluasi sementara terhadap fase keberangkatan jemaah haji dari Indonesia. Menurutnya, proses keberangkatan tahun ini berjalan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan minim persoalan krusial. Salah satu persoalan yang selama ini kerap muncul, yakni keterpisahan mahram atau anggota keluarga saat keberangkatan, disebut berhasil ditekan.
“Biasanya ada isu pergantian atau terpisahnya mahram atau anggota keluarga. Sampai hari ini kami tidak menemukan ada pergantian atau perpisahan mahram,” katanya.
Dahnil juga menyoroti distribusi kartu Nusuk yang dinilai mengalami perbaikan signifikan. Sebagian besar kartu Nusuk, kata dia, telah dibagikan sejak di Indonesia sehingga jemaah tidak perlu menunggu terlalu lama setibanya di Arab Saudi.
“Begitu tiba di Saudi, jemaah langsung mendapatkan kartu Nusuk sehingga tidak perlu menunggu berminggu-minggu,” ujarnya.
Baca juga : Bamsoet Ajak Ormas Perkuat Soliditas dan Persatuan Bangsa
Dari sisi layanan konsumsi, Pemerintah memastikan pelaksanaan layanan berjalan sesuai standar dan belum ditemukan persoalan serius terkait makanan jemaah.
“Tidak ada isu keracunan ataupun makanan yang tidak sesuai gramasi. Secara umum layanan berjalan lancar,” kata Dahnil.
Meski demikian, dia menegaskan Pemerintah tidak ingin lengah. Menurut dia, aspek kesehatan jemaah menjadi perhatian utama menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Dahnil meminta jemaah mulai mengurangi aktivitas fisik berlebihan agar stamina tetap terjaga saat memasuki fase Armuzna yang dikenal sangat menguras tenaga.
“Menjelang pelaksanaan haji, jemaah sebaiknya banyak istirahat dan tidak melakukan ibadah terlalu berat agar persiapan Armuzna lebih baik,” ujarnya.
Dahil juga meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) tidak terlalu banyak menggelar perjalanan tambahan atau kegiatan study tour yang berpotensi menguras kondisi fisik jemaah.
Menurutnya, fokus utama Pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh jemaah berada dalam kondisi sehat, terutama kelompok lanjut usia dan jemaah risiko tinggi.
Baca juga : Gubernur Fakhiri: Otoda Harus Perkuat Layanan Publik Dan Kemandirian Fiskal
Pemerintah bersama tim medis dan Amirul Hajj, kata dia, akan melakukan pemantauan ketat terhadap berbagai potensi gangguan kesehatan, mulai dari demensia hingga penyakit menular. “Isu kesehatan menjadi perhatian khusus kami dan akan terus dipantau secara ketat di Tanah Suci,” katanya.
Sementara Yusuf Hamka menyatakan, siap membantu pengembangan ekosistem ekonomi haji Indonesia. Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap potensi ekonomi yang muncul dari penyelenggaraan ibadah haji setiap tahun.
“Saya mewakili unsur pengusaha akan melihat peluang pengembangan ekonomi dan ekosistem haji agar potensi besar dari penyelenggaraan haji bisa dimaksimalkan,” ujar Yusuf.
Dia menilai sektor haji memiliki potensi ekonomi yang luas, mulai dari layanan transportasi, konsumsi, penginapan, hingga industri pendukung lainnya. Karena itu, menurut dia, Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah perlu membangun sistem ekonomi haji yang lebih terintegrasi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih besar oleh masyarakat Indonesia.
“Presiden ingin agar potensi ekonomi dari penyelenggaraan haji benar-benar ditangkap dan dikelola dengan baik sehingga ekosistem hajinya semakin kuat,” katanya. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya