Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Harga Sembako Mulai Naik, Komisi IV Soroti Banpang yang Belum Optimal
Selasa, 28 April 2026 21:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi IV DPR Alex Indra Lukman menyoroti belum optimalnya realisasi Bantuan Pangan (Banpang) periode Februari–Maret 2026 untuk 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Dari total alokasi 664,8 ribu ton beras dan 132,9 ribu kilo liter minyak goreng yang disiapkan bagi KPM terdaftar, realisasinya baru mencapai 23,46 persen.
“Pekan keempat April 2026 ini, BPS mencatat kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) minyak goreng pada 224 kabupaten/kota. Seharusnya, daerah yang alami kenaikan harga ini tak bertambah signifikan,” ujar Alex di Jakarta, Selasa, (28/4/2026).
Hal itu disampaikannya, merespons pernyataan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono. Bahwa, jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga terus bertambah. Berdasarkan catatan BPS, kenaikan terjadi di 224 kabupaten/kota, meningkat dari pekan sebelumnya yang tercatat di 207 kabupaten/kota.
Baca juga : Temuan Cadangan Gas di Kaltim, Komisi XII Dorong Percepatan Eksplorasi
Menurut Alex, kenaikan harga plastik kemasan yang dipicu dinamika global, termasuk konflik di Timur Tengah, perlu dicermati. Namun, konflik itu tidak sepenuhnya menjadi faktor utama dalam keterlambatan distribusi bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk periode dua bulan tersebut.
“Harga plastik itu baru melonjak naik dalam pekan-pekan terakhir April 2026 ini. Sementara, jumlah penerimanya, kan sudah ditentukan untuk periode Februari dan Maret 2026. Proses pengadaannya tentu sudah bisa sejak jauh hari, sebelum waktu penyaluran berakhir,” terang Alex.
“Artinya, tak tepat juga ‘cuci tangan’ kegagalan dalam penyaluran ini, dengan alasan kenaikan harga kemasan plastik yang baru terjadi dalam pekan-pekan terakhir April ini,” sambung Ketua Panja Alih Fungsi Lahan Komisi IV DPR.
Baca juga : Lawan Persebaya, Malut United Soroti Rapuhnya Lini Belakang
Secara nasional, rata-rata harga minyak goreng seluruh kualitas naik 1,50 persen dibanding Maret 2026. Harganya meningkat dari Rp 19.358 per liter menjadi Rp 19.648 per liter pada pekan keempat April. Jika dirinci, kenaikan paling terasa terjadi pada minyak goreng curah yang naik 3,24 persen, dari Rp 18.277 per liter menjadi Rp 18.870 per liter.
Sementara itu, minyak goreng kemasan premium naik 1,68 persen, dari Rp 22.276 per liter menjadi Rp 22.650 per liter. Adapun Minyakita relatif stabil, hanya naik tipis 0,02 persen dari Rp 16.353 menjadi Rp 16.357 per liter. Kenaikan harga minyak goreng kini terjadi di 62,22 persen wilayah Indonesia.
Selain minyak goreng, gula pasir juga menunjukkan tren peningkatan. BPS mencatat harga gula pasir nasional naik 1,50 persen, dari Rp 18.488 per kilogram pada Maret menjadi Rp 18.765 per kilogram pada pekan keempat April. Tercatat, kenaikan IPH gula pasir terjadi di 185 kabupaten/kota, atau lebih dari separuh wilayah Indonesia.
Baca juga : Harga Pertamax Tidak Naik, Migrasi Ke BBM Subsidi Harusnya Tidak Terjadi
Tekanan harga juga mulai terlihat pada beras. Jumlah daerah yang mengalami kenaikan IPH beras terus bertambah dalam empat bulan terakhir dan kini mencapai 109 kabupaten/kota, meningkat dari 72 kabupaten/kota pada Januari.
Secara rata-rata nasional, harga beras medium naik 0,47 persen dari Rp 14.255 per kilogram menjadi Rp 14.321 per kilogram. Sementara itu, beras premium naik 0,34 persen hingga mencapai Rp 16.074 per kilogram.
“Naiknya harga beras dan minyak goreng, kemudian disusul gula merupakan alarm bagi pemerintah, untuk segera berbenah. Cermat lah membaca data perkembangan di lapangan, tak sekadar data-data yang disampaikan staf di meja kerja,” pungkas Ketua PDI Perjuangan Sumbar tersebut.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya